Sejarah singkat SMK Negeri 36 Jakarta


A. Sejarah singkat SMK Negeri 36 Jakarta

Pendidikan adalah kata kunci untuk meraih masa depan. Tanpa pendidikan, hidup kita hampa tanpa pedoman. Seperti pepatah yang berbunyi:”Ibarat tanah tak akan berbuah jika tidak diolah, begitu pula jiwa (akal budi) akan mandul jika tidak diasah”.  Pendidikan menengah atas khsusnya Sekolah menengah Kejuruan (SMK), memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam proses peletakan dasar pendidikan berorientasi ilmu dan pekerjaan bagi generasi penerus bangsa. Pada tahap inilah SMK Negeri 36 Jakarta melaksanakan kegiatan belajar mengajar berusaha membentuk sumber daya manusia agar menjadi generasi yang handal, memiliki harkat dan martabat yang sebanding dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

SMK Negeri 36 Jakarta dirintis sekitar bulan November tahun 1968. Pada  waktu itu  didirikan Sekolah Teknik Negeri 12 (ST N 12) Perkapalan yang merupakan pindahan dari Sekolah Teknik (ST) Budi Utomo yang berkedudukan di Jakarta Pusat.

Adapun kronologisnya  sebagai berikut:

  1. Tahun 1968 s.d. 1976:

Nama Sekolah             : ST Negeri 12 Perkapalan

Kepala Sekolah           ; Bpk. Kuswaya, B. Sc. (almarhum)

  1. Tahun 1976 s.d. 1977:

Pada tahun tersebut, seluruh ST Negeri se-Indonesia dilikuidasi, dan ST Negeri 12 Perkapalan Jakarta diintegrasikan  ke SMP Negeri 50 dalam rangka persiapan menjadi Sekolah Teknologi Menengah (STM)

  1. Tahun 1977 S.D. 1978:

Diintegrasikannya SMP Negeri 50 menjadi STM Fider School 12 (cabang STM Negeri 3 Jakarta).

  1. Tahun 1978 s.d. 1979, secara resmi berdirilah STM Negeri 9 dengan Program Keahlian : Mesin Produksi (MP).

Berikut ini adalah kepala-kepala sekolah yang pernah menjabat menjadi kepala sekolah STM Negeri 9 Jakarta:

a. Tahun 1979 s.d. 1990    : Bpk. Samsudin, B.Sc

b. Tahun 1990 s.d. 1992    : Bpk. Drs. Binsar Situmorang

c. Tahun 1992 s.d. 1995    : Bpk. Drs. Amin Suhartono

d. Tahun 1995 s.d. 1996    : Bpk. Drs. M. Khusen.

Pada periode ini tepatnya awal tahun pelajaran 1995/1996 dibuka Program Keahlian Mekanik Otomotif (MO), sehingga STM Negeri 9, memiliki 2 (dua) Program Keahlian yaitu: Mesin Produksi (MP) dan Mekanik Otomotif (MO).

Kemudian pada tanggal 22 Juni 1996, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), STM Negeri 9 berubah nama menjadi SMK Negeri 36 Jakarta.

e. Tahun 1996 s.d. 2001    : Bpk. Ismet Inonu (almarhum)

Pada masa periode ini terdapat perubahan-perubahan antara lain:

Tahun Pelajaran 1997 s.d. 1998, Program Keahlian Mesin Produksi (MP) ditutup, sehingga tinggal menjadi 1 (satu) Program Keahlian Mekanik Otomotif (MO).

Atas instruksi dan tindak lanjut dari studi kelayakan di lapangan yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Menengah Kejuruan, maka pada tahun 1999 – 2000 SMK Negeri 36 Jakarta ditunjuk untuk membuka program keahlian yang  bernuansa kelautan, yaitu program: Nautika Kapal Perikanan Ikan (NKPI), karena SMK Negeri 36 Jakarta yang secara kebetulan berlokasi di pinggir laut/pantai dan berada di tengah-tengah  masyarakat petani ikan (nelayan).

f. Tahun 2001 s.d. 2005      : Bpk. Drs. Budiono

Pada periode ini SMK Negeri 36, membuka kembali 2 (dua) program keahlian yaitu: Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI), dan Budi Daya Perairan (BP)/Agrobisnis Perikanan (AP), sehingga pada periode ini SMK Negeri 36 Jakarta sudah memiliki 4 (empat) Program Keahlian, yaitu: Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Mekanik Otomotif (MO), Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI), dan Budi Daya Perairan (BP).

g. Tahun 2005 s.d. 2009    : Bpk. Drs. Hasoloan Pakpahan, MPE.

Untuk meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, pada periode ini SMK Negeri 36 Jakarta membuka kembali 3 (tiga) program keahlian, yaitu: Mesin Produksi (MP), Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Alat Berat (TAB), sehingga SMK Negeri 36 Jakarta  sekarang mempunyai 7 (tujuh) program keahlian, yaitu: Nautika Kapal Penangkapan Ikan (NKPI), Mekanik Otomotif (MO), Teknik Kapal Penangkapan Ikan (TKPI),  Budi Daya Perairan (BP)/ Agrobisnis perikanan (AP). Mesin Produksi (MP), TeknikKomputer Jaringan (TKJ) dan Teknik Alat Berat (TAB).

h. Tahun 2009 s.d. sekarang       : Drs. Dedi dwitagama, M.M, M. Si

B. Profil SMK Negeri 36 Jakarta

SMK Negeri 36 Jakarta adalah sekolah kejuruan bidang teknologi industri dan pelayaran, yang didirikan pada tahun  1968. SMK ini beralamat di Jalan Baru Kosambi III Cilincing Jakarta Utara. Luas sekolah ini kurang lebih 5000 m2, mempunyai guru-guru normatif, adaptif dan guru praktik yang berjumlah 60, yang terdiri dari 28 PNS, 7 CPNS, dan 25 guru  masih  honorer. Untuk memeperlancar kegiatan kegiatan belajar SMK N 36 Jakarta, dibantu oleh tenaga ketatausahaan/administrasi, yang terdiri dari 1 (satu) Kepala Subbagian TU yang dibantu oleh 20 orang, yang terdiri dari 4 PNS dan yang 16 orang masih tenaga honorer. Selain itu, SMK Negeri 36 Jakarta mempunyai peserta didik baik pria maupun wanita dengan jumlah total 812 peserta didik, perinciannya adalah sebagai berikut: kelas X berjumlah 297, kelas XI berjumlah 246 dan kelas XII berjumlah 269. Di samping itu, untuk kelancaran kegiatan belajar mengajar SMK Negeri 36 Jakarta, masih memerlukan dana/biaya yang cukup besar yang bersumber/berasal dari masyarakat. Maka dari itu perlu ada suatu organisasi untuk mengelola/membantu SMK N 36 yaitu Komite Sekolah (KS). Adapun sebagai ketua adalah Bapak Wahy0 Susapto yang dibantu oleh sekretaris Bapak Suparba, wakil sekretaris Bapak Tata Yusmantara, dan dibantu oleh bendahara  Bapak Drs. Edwar Adam. Sebagai tambahan, agar sekolah dapat menjalankan roda organisasinya dengan baik, maka kepala sekolah dibantu oleh beberapa wakil kepala sekolah yaitu:

1. Wakasek Bidang Kurikulum           : Drs. Erman Zeni

2. Wakasek  Bidang Sarana                : Drs. Budiatma

3. Wakasek  Bidang Humas/ (Du/Di) : Drs. Hadir Sembiring

4. Wakasek Bidang  Kesiswaan          : Drs. H.M. tuan Ts.

5. Wakasek Bidang Manajemen Mutu: Diding wahyudin, S. Pd, dan

6. Wakasek Bidang Ketenagaan         : Drs Durahman Sembiring.

Untuk membentuk sumber daya manusia  yang handal, harus ada link and mach, ada benang merah antara dunia sekolah dengan  dunia industri, maka sekolah mewajibkan peserta didiknya untuk melaksanakan praktek kerja industri (prakerin). Adapun tempat-tempat untuk praktek kerja industri (prakerin) tersebar di beberapa kota di antaranya adalah:

  1. PT Gemala Kempa Daya Goup, Jl. Pegangsaan II, Pulo Gadung, Jakarta.
  2. PT Toyota Asatra Motor, Jl. Yos Sudarso, Sunter II, Jakarta Utara.
  3. PT Cipta Piranti Teknik, Jl. Pegangsaan II Km 33 Kelapa Gading, Jakarta Utara.
  4. PT Astra Mobil Daihatsu, Jl. Laks. Yos Sudarso, Jakarta Utara.
  5. PT Gaya Motor, Jl. Gaya Motor Raya no. 3 Sunter II, Jakarta Utara.
  6. PT Astra Internasional, Jl. Gaya Motor no. 3 sunter II, Jakarta Utara.
  7. PT gemala Nawagraha Sejati, Jl. KBN cakung, Marunda baru, Jakarta Utara.
  8. PT GS Batteray, Jl. Laks. Yos Sudarso, Jakarta Utara.
  9. PT Astra Auto 2000, Jl. Gaya Motor II, Sunter , Jakarta Utara.

10.  PT Astra Honda Motor, Jl. Laks. Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara.

11.  Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jl. Gunung Sahari Raya no. 11 Jakarta Utara.

12.  Dinas Kelautan dan Perikanan, Jl. Letjen MT Haryono, Jakarta.

13.  PT Berjaya Bintang samudra, Jl. Mindi No. 32, Jakarta Utara.

14.  Pelabuhan Perikanan Samudra, Benoa, Bali.

15.  KUD Sarono Mino, Pati, Jawa Tengah, dan lain-lain.

SMK Negeri 36 Jakarta  adalah salah satu SMK Negeri yang terletak di Kecamatan Cilincing, selain SMK Negeri 49 yang terletak di Marunda Baru, dan SMK Negeri 4 yang berada di wilayah Rorotan. Namun SMK Negeri 36 adalah satu-satunya yang terletak wilayah  kelurahan Kalibaru, sehingga SMK Negeri 36 Jakarta setiap tahun ajaran baru selalu menjadi tujuan utama siswa-siswa SMP di daerah ini. Apalagi mereka sudah mengetahui bahwa  SMK Negeri 36 Jakarta mempunyai segudang prestasi. Di antaranya adalah sering menjuarai  berbagai lomba, misalnya menjuarai Lomba Keterampilan Siswa (LKS) baik tingkat Nasional maupun tingkat Propinsi. Selain itu, Group Marawis SMK Negeri 36 juga sering menjadi juara baik di tingkat kota administratif maupun tingkat propinsi. Bukan hanya siswanya yang berprestasi, guru-gurunya pun tidak kalah prestasinya. Sebagai contoh, ada beberapa guru yang menjadi guru berprestasi di tingkat kota adminstrasi, misalnya Bpk. Diding Wahyudin, S.Pd, Ibu Sulistiyani, S.Pi. Bahkan, sudah ada 4 (empat) guru dari SMK Negeri 36 yang sudah berhasil menjadi kepala sekolah, di antaranya Bpk. Drs. Murtias, Bpk. Drs. Ismail, Bpk. Drs. H. Ahmad Syarifudin dan Bpk. Drs. Petrus Hari sasono.

Both comments and trackbacks are currently closed.
%d blogger menyukai ini: