Mengapa EyD (Ejaan yang disempurnakan) tidak dipatuhi?


Mengapa EyD (Ejaan yang Disempurnakan) tidak dipatuhi?

EyD (Ejaan yang Disempurnakan) telah diresmikan penggunaannya oleh pemerintah pada tanggal 18 Agustus 1972, namun sampai sat ini Ejaan yang Disempurnakan(EyD) ini  masih diabaikan oleh masyarakat, benarkah?  Padahal, pemerintah telah menguatkan kembali ejaan yang Disempurnakan ini, dengan keputusan menteri yaitu, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  Republik Indonesia, Nomor 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987). Adapun hal-hal yang diputuskan antara lain:

1.Pemakaian huruf

2. Pemakaian huruf kapital dan huruf miring

3. Penulisan kata

4. penulisan unsur serapan

5. pemakaian tanda baca.

Beberapa contoh kesalahan yang sering dijumpai, antara lain:

1. Penulisan tehnik, seharusnya ditulis teknik; jadual, seharusnya ditulis jadwal  dan masih banyak lagi.

2. Penulisan antar negara, seharusnya  ditulis antarnegara; dirumah, seharusnya ditulis di rumah.

3. Penulisan a/n, seharusnya ditulis a.n.; d/a seharusnya ditulis d.a.

 

 

Both comments and trackbacks are currently closed.
%d blogger menyukai ini: