Monthly Archives: Maret 2010

Kata-kata bijak:

Kata-kata Bijak:

1.  Ubahlah yg bisa kau ubah. Terima apa yg tak bisa kau ubah. Dan belajarlah menjadi bijaksana untuk melihat perbedaannya. [hlm. 208]

2. Kesuksesan adalah kemampuan untuk bergerak dari satu kegagalan menuju kegagalan lain tanpa kehilangan antusias. [Winston Churchill,1874-1965]

3. Jangan menganggap hidup terlalu serius atau Anda tak akan pernah berhasil keluar dari kehidupan. [Elbert Hubbard, 1856-1915] , hal. 197

4. Jangan menilai setiap hari dgn panen yg Anda peroleh, melainkan dari benih yg Anda  tanam. [Robert louis S., 1840-1894] 158

5. Apakah Anda ingi tahu siapakah diri Anda? Jangan bertanya. Berbuatlah ! perbuatan akan menggambarkan dan mendefinisikan diri Anda. [Thomas Jefferson, 1743-1826] 156

6. Kata- kata yg baik tak mengeluarkan biaya. Namun, mereka memiliki dampak yg besar. [Blaise Pascal, 1623-1662] 113

7. Rahasia kebahagiaan terletak pada penerimaan. [George Orwell, 1903-1950], 79

8. Ruang terbesar yg ada di dunia adalah ruang tuk perbaikan.[ 53]

9. Kedisiplinan menulis sesuatu di atas adalah langkah awal untuk mewujudkan hal itu. [Lee Lacocca, 1924-1983], 50

10. Aku beritahukan rahasia yg mengantarkan pada tujuanku. Kekuatanku terletak semata-mata pada keuletan. [louis Pasteur, 1822-1895], 36

11. Peluang-peluang kecil seringkali menjadi awal dari terbentuknya perusahaan yg besar. [Demos Thenes, 384-322 SM], 20

Sumber: I’am Happy: 100 Cara Bahagia bagi Orang Sibuk, oleh: Dr. Timothy J. Sharp

Iklan

KATA-KATA BIJAK:

  1. JAGALAH KEBERSIHAN !
  2. DILARANG MENCORET-CORET TEMBOK/DINDING
  3. TUTUPLAH KRAN SEBELUM MENINGGALKAN TOILET
  4. DILARANG KERAS MELOMPAT TEMBOK
  5. MELOMPAT TEMBOK ADALAH  PERBUATAN KRIMINAL
  6. BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA
  7. BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPAT YANG SUDAH DISEDIAKAN
  8. TUTUPLAH KRAN SETELAH DIGUNAKAN
  9. AREA BEBAS DARI ASAP ROKOK
  10. KEBERSIHAN ADALAH BAGIAN DARI IMAN
  11. DILARANG KERAS MEMBAWA BARANG-BARANG TERLARANG
  12. KAMI DATANG UNTUK BELAJAR (WE COME TO LEARN)
  13. SUDAH RAPIHKAH ANDA ?
  14. KERASLAH PADA DIRIMU, NISCAYA DUNIA LUNAK PADAMU!
  15. SOPAN SANTUN YANG BAIK BAGIAN DARI PENGORBANAN TERKECIL
  16. KATA KUNCI SEBUAH KEBERHASILAN ADALAH DISIPLIN!
  17. DISIPLIN PADA DIRI SENDIRI ADALAH MODAL PALING BERHARGA BAGI SEBUAH KESUKSESAN
  18. PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ADALAH ALAT PENENTU SEBUAH KESUKSESAN
  19. ORANG YANG TIDAK PERNAH MEMBACA AKAN TERBELENGGU HIDUPNYA
  20. ORANG YANG KAU BENCI SUATU SAAT AKAN MENJADI MITRA YANG SEJATI

Materi bahasa

Materi bahasa

  1. Makna menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah  pengertian yang diberikan kepada suatu bentuk kebebasan. Makna dlm bahasa Indonesia dipelajari dalam ilmu semantik yaitu bagian ilmu tata bahasa yang mempelajari makna kata dan perkembangan makna tersebut.
  2. Parafrasa adalah proses atau hasil mengungkapkankembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa yang lain tanpa mengubah pengertian,selanjutnya parafrasa diartikan penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata) yang lain dengan maksud untuk dapat menjelaskan makna yang tersembunyi. Dari pengertian di atas dapat kita ambil beberapa hal yang penting di antaranya adalah bahwa parafrasa itu mengungkapkan kembali sebuah tingkat bentuk satuan berupa kalimat, paragraf ataupun wacana dengan bentuk yang lain dengan tidak mengubah  pengertian dan bertujuan untuk memperjelas maksud.
  3. Pada umunya memulai percakapan, seseorang harus memperhatikan waktu, situasi dan siapa yang diajak bercakap-cakap. Pada situasi resmi, percakapan langsung  berupa ungkapan yang lazim dipakai untuk mengawali  percakapananatara lain:

Kata atau ungkapan:

  1. Selamat pagi
  2. Assalamu’alaikum
  3. Salam sejahtera
  4. Semoga bahagia

Sapaan dan salam, lazim diikiuti ucapan syukur ke hadirat Tuhan dan ucapan terima kasih kepadahadirin. Dalam situasi resmi yang tidak bersifat tatap muka langsung sering kita simak gabungan-gabungan salam, misalnya:

  1. Pendengar yang budiman, assalamu’alaikum wr. Wb
  2. Pemirsa yang berbahagia, assalamu’alaikum wr. Wb
  3. Selamat berjumpa lagi lagi dalam acara….

Dalam situasi santai atau nonformal, sering kita jumpai pembicara memulai percakapan dengan ungkapan  sebagai berikut:

  1. Hai, apa kabar?
  2. Mat pagi…, siang… sore….dst….

Negosiasi merupakan proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima, guna mencapai  suatu kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak lain. Dengan bernegosiasi diharapkan dengan kalimat yang menarik dan tepat.

Negosiasi dapat digunakan dalam berbgai kegiatan, di anataranya adalahg kegiatan perdagangan, sosial, masalah hukum, sengketa dan lain-lain. Dengan bernegosiasi maka semua masalah dapat diselesaikan dengan baik.

Rangkuman atau ringkasan  adalah penyajian kembali (reproduksi) suatu karya tulis atau peristiwa yang panjang dalam bentuk yang singkat. Ringkasan juga berarti sari tulisan tanpa hiasan. Ringkasan itu dapat merupakan ringkasan sebuah buku, ringkasan sebuah bab, ataupun ringkasan sebuah artikel.

Fungsi rangkuman atau ringkasan ada 3, yaitu: 1. Memahami dan mengetahui isi sebuah buku atau tulisan, 2. Dapat mempelajari cara seseorang menyusun pikirannya dlm gagasan-gagasan yang  diatur dari gagasan yang besar menuju ke gagasan-gagasan penunjang, dan 3. Melalui ringkasan , kita dapat mengungkapkan pokok  pikiran dan tujuan penulis.

Untuk memperoleh rangkuman yang baik, kita haius menghilangkan bagian-bagian di dalam tulisan, yaitu: 1. Keindahan bahasa, 2. Ilustarsi atau contoh, 3. Penjelasan yang terperinci.

Syarat rangkuman atau ringkasan yang baik adalah: 1. Tetap mempertahankan urutan pikiran dan cara pendekatan penulis asli. 2. Tidak mengandung hal pikiran., atau opini dari peringkas, 3. Disampaikan dengan suara asli penulis.

Pedoman sertifikasi guru

BUKU 2

PEDOMAN SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN MELALUI PENILAIAN

PORTOFOLIO

 9. Peserta Sertifikasi

Mengacu pada Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007, persyaratan utama peserta sertifikasi bagi guru dalam jabatan adalah guru yang telah memiliki kualifikasi akademik sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dan masa kerja minimal 5 (lima) tahun. Selain itu, mengingat kuota peserta sertifikasi tiap tahun terbatas dan jumlah guru yang memenuhi persyaratan kualifikasi akademik minimal bervariasi maka dinas pendidikan provinsi atau dinas kabupaten/kota memprioritaskan (1) masa kerja/pengalaman mengajar sebagai guru, (2) usia, (3) pangkat/golongan (bagi PNS), (4) beban mengajar, (5) jabatan/tugas tambahan, dan (6) prestasi kerja.

Guru dalam jabatan peserta sertifikasi melaksanakan aktivitas sebagai berikut.

a. Mengikuti sosialisasi sertifikasi guru yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota, dengan materi minimal meliputi:

(1) prosedur dan tatacara pendaftaran, (2) prosedur dan tatacara sertifikasi guru dalam jabatan, (3) syarat mengikuti serifikasi, (4) prosedur penyusunan dokumen portofolio dan penjelasan tentang rubrik portofolio,dan (5) jadwal penyerahan dokumen portofolio.

b.   Peserta sertifikasi memperoleh: (a) Nomor Peserta, (b) Pedoman Sertifikasi bagi Peserta untuk guru, (c) Pedoman Penyusunan Perangkat Portofolio Sertifikasi Guru (Buku 3), (d) Format A1 (Lampiran 1), dan (5) Format A2 (Lampiran 4) dari dinas pendidikan kabupaten/kota.

c.    Mempelajari berbagai persyaratan peserta sertifikasi, yang meliputi:

1) Memiliki kualifikasi akademik minimal sarjana (S1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang terakreditasi.

2) Mengajar di sekolah umum di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional.

3) Guru PNS yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah atau guru yang diperbantukan pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh

    masyarakat.

4) Guru bukan PNS yang berstatus guru tetap yayasan (GTY) atau guru yang diangkat oleh Pemda yang mengajar pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.

5) Memiliki masa kerja sebagai guru minimal 5 tahun pada satu sekolah atau sekolah yang berbeda dalam yayasan yang sama;

6) Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).

d. Peserta mengisi Format A1, Format A2, menyiapkan pas photo terbaru (6 bulan terakhir), berukuran 3 x 4 (berwarna, bukan polaroid), sebanyak 4 lembar, dan menyusun dokumen portofolio 2 (dua) bendel)1 kemudian menyerahkan ke dinas pendidikan kabupaten/kota. Di belakang setiap pas photo dituliskan nama dan nomor peserta. Pengisian Format A1 berpedoman pada Panduan Pengisian Formulir Pendaftaran Peserta Sertifikasi Guru Tahun 2008 (Lampiran 2).

e.    Peserta menunggu hasil penilaian portofolio.

f.     Peserta yang Lulus memperoleh Sertifikat Pendidik.

g.    Peserta yang    Tidak Lulus dalam penilaian portofolio direkomendasi oleh LPTK penyelenggara sertifikasi sebagai berikut.

1)  Melengkapi administrasi apabila skor hasil penilaian portofolio telah mencapai batas kelulusan, tetapi masih ada kekurangan administrasi.

2)   Melakukan berbagai kegiatan untuk melengkapi dokumen portofolio bagi peserta dengan hasil penilaian portofolio belum mencapai skor minimal kelulusan yaitu memiliki skor 841-849 harus memenuhi skor minimal.

3)  Mengikuti PLPG yang dilaksanakan oleh LPTK penyelenggara sertifikasi dan diakhiri dengan uji kompetensi yang pelaksanaannya difasilitasi oleh dinas pendidikan provinasi dan atau dinas pendidikan kabupaten/kota.

4)  Peserta yang tidak lulus diberi kesempatan mengikuti ujian ulang sebanyak dua kali, dengan tenggang waktu sekurang-kurangnya dua minggu. Apabila tidak lulus peserta diserahkan kembali ke dinas pendidikan kabupaten/kota, khusus untuk guru PLB ke dinas  pendidikan provinsi

 h.   Peserta yang dinyatakan tidak lulus karena tidak sesuai dengan kriteria penetapan peserta     atau terbukti melakukan pemalsuan dokumen portofolio dan tidak lulus ujian ulang kedua diserahkan kembali ke dinas pendidikan kabupaten/kota

 

 

)1 Bukti fisik(sertifikat/piagam) untuk komponen 2 dan 8 dalam bendel pertama harus asli

Kumpulan Hadis:

Kumpulan Hadis:

1. Dari Abu Hurairah r.a.: Ada 2 perkara pada manusia, yg keduanya dpt menyebabkan mereka kafir:1. mencela turunan (orang lain); 2. meratapi mayat. (HR muslim)

 2. Dari Abu Hurairah r.a.: “Demi Allah yg nyawaku dlm kuasa-Nya, kelak akan datang suatu masa di mana seorang pembunuh tidak tahu untuk apa ia membunuh, sedang korban yg tewas tidak tahu pula karena apa  ia dibunuh.” (HR Muslim).

3. Dari Ibnu Abbas r.a.: “Barang siapa berbicara pada hari Jum’at padahal imam sedang berkhutbah, maka ia seperti himar yg membawa kitab, sedang orang yg berkata padanya:’diamlah’, maka ia tidak mendapatkan Jum’at itu.” (HR Ahmad).

4. Dari Abdullah bin Amr: “Allah mengampuni segala dosa orang yg gugur dlm peperangan, kecuali utangnya.” (HR Muslim dan Ahmad).

5. Dari Jabir r.a.: Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla telah menjajikan bagi setiap orang yg meminum minuman memabukkan akan diberi-Nya (kelak di akhirat) sejenis minuman terbuat dari “thinatil khabal”. Lalu para sahabat bertanya: Ya Rasulullah! apa itu thinatil khabal? Jawab beliau:”Keringat penduduk neraka.” (HR Muslim).

6. Dari Hudzaifah r.a.: Janganlah kamu memakai sutera dan sutera bergambar, dan janganlah kamu minum di bejana (dari) emas dan perak, dan janganlah kamu makan pada piring dari keduanya, karena sesungguhnya keduanyam itu adalah untuk mereka (kafirin) di dunia dan untuk kamu di akhirat. (HR Ahmad, Bukhari & Muslim).

7. Dari Abu Hurairah r.a.: Nabi Muhammad saw bertemu di jln dgn seorang tua yg berjalan dituntun oleh dua orang anaknya. Lalu beliau bertanya, “Bagaimana bapak tua ini?” Jawab kedua anaknya, “Ya,Rasulullah! Beliau memenuhi nazarnya.” Lalu bersabda Nabi saw, “Hai bapak tua naik kendaraanlah! Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak butuh) akan nazar yg seperti iti.” (HR Muslim).

8. Barang siapa sesudah shalat (fardhu) berzikir; “Subhanallah” 33x dan Alhamdulillah” 33x dan ‘Allahu Akbar” 33x lalu genap seratus dgn “Laailaha Illallah wahdahula syarikalahu, lahulmulku walahul hamdu wa huwa’ala kulli syai’in Qadir.” Makaakan diampuni dosa-dosanya sebanyak buih di lautan. (HR Muslim).

9. Dari Abu Hurairah r.a.: Tahukah kamu apa yg dikatakan ghibah (gunjingan). Jawab para sahabat: Allah dan Rasul-Nya yg lebih tahu. Sabda Rasulullah saw, “Ghibah yaitu mempercakapkan saudaramu ttg hal yg tidak disukainya.”Ditanya orang beliau, “Bagaimana kalau yang kami percakapkan itu benar? Jawab Beliau, “ Jika yg kamu ucapkan benar, berarti kamu menggunjing. Dan jika tidak benar, berarti kamu melakukan suatu kebohongan ttg dirinya.: (HR Muslim).

10.Dari Abu Hurairah r.a.: Sesungguhnya malaikat senantiasa mendoakan seseorang kamu, selama dia masih berada di tempatnya shalat dan wudhunya belum batal. Katanya: “Wahai Allah dia, dan berilah dia rahmat.” Dan dia dianggap seperti dlm shalat selama dia menunggu-nunggu waktushalat. (HR Muslim).

11. Sesungguhnya ucapan yg paling benar adalah Kitabullah dan sebaik-baik jalan hidup ialah jalan hidup Muhammad, sedangkan seburuk-buruk urusan agama adalah yg diada-adakan adalah bid’ah, dan tiap bid’ah adalah sesat, dan tiap kesesatan (menjurus) ke neraka. (HR Muslim).

12. Mendekati kiamat akan terjadi fitnah-fitnah seolah-olah kepingan-kepingan malam yg gelap gulita. Seorang yg pagi hari beriman, maka pada sore harinya menjadi kafir, dan orang yg pada sore harinya beriman, maka pada pagi harinya menjadi kafir, dia menjual agamanya dgn imbalan) harta benda dunia. (HR Abu Dawud).

13. Dari Abu Hurairah r.a.: Apabila tiba hari Jum’at,  malaikat-malaikat berada di tiap-tiap pintu masjid. Mereka menuliskan satu demi satu, menurut urutan mana yg paling dahulu. Bila imam telah duduk (akan berkhutbah), mereka menutup bukunya dan mereka ikut mendengarkan pengajaran (khutbah). (HR Bukhari)

soal-soal bhs. indonesia kls 3

P-1

 

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

SUKU DINAS DIKMENTI KODYA JAKARTA UTARA

TEST KENDALI MUTU (TKM) SEMESTER GASAL

TAHUN PELAJARAN 2007/2008

 

LEMBAR SOAL

 

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Satuan Pendidikan        : SMK

Tingkat             : III ( tiga )

Kelompok                    : TI / BM / Pariwisata

Hari/Tanggal                 : Selasa, 4 Desember 2007

Alokasi Waktu : 90 menit          

Dimulai Pukul               : 07.00 WIB

Diakhiri Pukul               : 08.30 WIB

PETUNJUK UMUM

  1. Perhatikan dan ikuti petunjuk pada Lembar Jawaban Komputer.
  2. Lembar Jawaban Komputer dikerjakan dengan menggunakan pensil 2 B, dengan cara menghitamkan bulatan yang dianggap benar.
  3. Periksa dan bacalah dengan cermat setiap soal sebelum menjawab.
  4. Laporkan kepada pengawas TKM bila ada tulisan yang kurang jelas, rusak, atau jumlah soal kurang.
  5. Jumlah Soal 50 (lima puluh) butir pilihan ganda dan semua harus dijawab.
  6. Dahulukan menjawab soal yang kamu anggap mudah.
  7. Dilaraang membawa dan menggunakan Kamus, Kalkurator, Handphone, dan alat elektronik lainnya.
  8. Periksa dahulu pekerjaan kamu sebelum diserahkan kepada pengawas TKM.

 

PETUNJUK KHUSUS :

  1. Pilihlah satu jawaban yang tepat dengan menghitamkan secara penuh bulatan jawaban Anda, dengan menggunakan pensil  2B.

 

Contoh menjawab

                A    B    C     D     C             Salah                A     B     C    D     C          Salah

               A     B     C    D     C             Salah                A     B     C    D    C           Benar

  1. Apabila Anda ingin memperbaiki/mengganti jawaban, bersihkan jawaban semula dengan karet penghapus hingga bersih, kemudian bulatkan pilihan jawaban yang Anda anggap benar.

 

  1. Presiden Dr. Susilo Bambang Yudoyono baru-baru ini melakukan anjangkarya ke pelabuhan bebas Sabang.

Makna yang tepat untuk kata anjangkarya ialah …..

  1. Kunjungan untuk silaturahmi.
  2. Kunjungan untuk dinas.
  3. Perjalanan wisata.
  4. Perjalanan peninjauan.
  5. Perjalan kerja social.

 

  1. Seseorang yang tidak tetap pendiriannya dapat diungkapkan dalam pribahasa … 
    1. seperti air dan minyak
    2. air beriak tanda tak dalam
    3. air tenang menghanyutkan
    4. seperti air di daunt alas
    5. air bah batu bersibak

 

  1. Majas metafora digunakan pada kalimat …… 
    1. Bulan bersembunyi dibalik awan
    2. Suami banyak berperan sebagai tiang keluarga
    3. Kami mundur kebelakang menghadapi situasi krisis ini
    4. Ia terasa kesepian di Jakarta yang ramai ini
    5. Datanglah ke pondok kami di Pondok Indah.

 

  1. AKU  

Kalau sampai waktuku

Kumau tak seorang kan merayu

Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

                  Aku, Karya Chairil Anwar

Unsur intrik yang mencolok dalam pemenggalan puisi diatas ialah ……..

  1. rima/ persajakan
  2. intonasi
  3. pemilihan kata
  4. jumlah baris
  5. tema

 

  1.         Kami membaca habis catatan satu sama lain “ kita banyak kesamaan “ katanya. Sembilan tahun sudah kini, aku dan Alice menikah. Tiga anak telah kami miliki, dua laki-laki dan seorang perempuan. Kami tinggal di pinggiran kota, dan banyak mendengarkan musik klasik dan PH-nya Frankie Laine. Penghabisan kali kami mempertengkarkan bahwa terlalu jauh untuk mengigat-ingat. Kami sepakat hamper setiap hal. Dia adalah seorang istri yang baik, dan jika aku boleh mengatakannya juga, akupun seorang suami yang baik. Perkawinan kami begitu sempurna. Kami akan bercerai bulan depan. Aku tak kuasa menahannya. 

Tite Perfec Macth

Diterjemahkan oleh Sumarsonno.

Amanat yang bias disampaikan melalui kutipan diatas adalah …….

  1. Balam berjodoh diperlukan adanya kesamaan hobi.
  2. Perlu adanya kesenangan-kesenangan yang berpadanan.
  3. Perlu adanya saling pengertian.
  4. Perlu adanya kesepakatan-kesepakatan bersama.
  5. Kalau perceraian terjadi tak ada alas an untuk menahan.

 

  1.       Ketika itu sersan Kasim telah setengah tahun menikah. Istrinya yang belia sudah lima bulan mengandung. Namun, ia memaksa mengikuti suaminya ke wilayah kekuasaan Republik. Pernah terpikir oleh Kasim untuk mnitipkan istrinya kepada mertuanya di Pager Ageung, tapi waktunya tidak ada. Lagi pula, Aminah tak mau ditinggalkan suaminya. Ia bersitegang hendak ikut. Dan, siapa yang tahan terhadap sifat keras kepala seorang wanita yang mengandung ? 

Dua, bulan setelah  mereka tiba di Yogya, Acep dilahirkan. Matanya hitam tajam meskipun badannya sangat kecil. Rambutnya lebat seperti hutan-hutan di priangan. Tapi untuk melahirkan anaknya, Aminah telah menggunakan sisa-sisa tenaga rapuhnya yang terakhir. Ia meninggal sehari kemudian karena kepayahan. Acep dapat dipertahankan hidupnya berkat rawatan khusus para dokter dan juru rawat rumah sakit tentara.

                                                                              Dari : Sungai

Penggalan cerita di atas menggunakan alur ……..

  1. alur kronologis
  2. alur sorot balik
  3. alur campuran
  4. alur tengah
  5. alur puncak

 

  1. …………Ayah, Manen, melihat insiyur muda itu tiba-tiba sangat rajin berkunjung. Cuma mengatakan, “selesaikan pelajaranmu dulu Manen, zaman sekarang seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”

Amanat yang paling tepat dalam penggalan novel di atas adalah ……

  1. wanita sebaiknya bisa mandiri
  2. wanita harus bermasyarakat
  3. pendidikan suami-istri harus seimbang
  4. wanita tidak boleh kalah dengan pria
  5. cita-cita jangan sampai gagal

 

  1. ………….

Satu kekasih

Aku manusia

Rindu rasa

Rindu rupa

…………….

      Padamu Jua oleh Amir Hamzah.

Diantara unsur puisi dibawah ini yang tidak ditemukan pada penggalan puisi diatas adalah …..

  1. makna konotatif
  2. makna denotative
  3. lirik
  4. bait
  5. alur

 

  1. Padamu Jua

Habis kikis

Segala cintaku hilang terbang

Pulang kembali aku padamu

Seperti dahulu

                  Kaulah kandil kemerlap

                  Pelita jendela di malam gelap

                  Melambai pulang perlahan

                  Sabar setia selalu

………….

Kata kandil (lilin) dalam puisi diatas melambangkan ………

  1. lampu yang menerangkan ruang
  2. sinar yang bercahaya terang
  3. ilmu yang diperlukan setiap orang
  4. Tuhan yang memberi petunjuk
  5. Kekasih yang memberikan kebahagiaan

 

  1. ………

Tuhanku

Aku hilang bentuk

Remuk

Tuhanku

Aku mengembara dinegeri asing

                  Choiril Anwar

Penggalan puisi diatas menyatakan …….

  1. suasana duka
  2. susasan hati yang bimbang
  3. kecelakaan seseorang
  4. ketidaktauan jalan ke negeri asing
  5. keinginan untuk merantau

 

  1. Sebagai akhir sambutan ini saya mengutip peribahasa tiada gading yang tak retak. Tiada manusia yang tanpa cacat. Oleh karena itu saya mohon maaf sekiranya ada tutur kata saya yang kurang berkenan dihati hadirin.

Pribahasa yang senada dengan pribahasa dalam taks diatas adalah ……

  1. Dimana bumi dipijak, disitu langitdijunjung.
  2. Bumi mana yang tak nena hujan
  3. Panas setahun hapus oleh hujan sehari.
  4. Bagai hujan jatuh ke pasir
  5. Air jernih ikannya jinak.

 

  1. Berjalan selangkah menghadap surut, berkata sepatah dipikiri.

Pribahasa diatas artinya ……

  1. selalu berhati-hati dalam melakukan setiap perkerjaan
  2. tutur kata seseorang menunjukan asal usulnya
  3. biarpun banyak rintangan rencana tetap jalan.
  4. perkataan orang kecil tidak mempengaruhi orang besar
  5. dalam melakukan pekerjaan hendaklah sampai tuntas

 

  1. Sebelum kami berpisah siang itu, ia mengajakku berdoa, untuk mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas pertemuan yang disebutkan sangat indah ini. Mataku yang terpejam dalam doa terasa hangat, tersentuh oleh seluruh kata-kata yang diucapkan dalam doa.

Nilai yang menonjol dalm kutipan cerpen diatas adalah ….

  1. nilai budaya
  2. nilao normal
  3. nilai agama
  4. nilai sastra
  5. nilai sosia

 

  1. Suatu gaya bahasa yang mengandung pertanyaan yang sengaja melebih-lebihkan isi pertanyaan, baik dari segi jumlah, ukurannya, maupun sifatnya, dengan maksud untuk memperhebat atau meningkatkan kesan serta pengaruhnya disebut gaya bahasa ……..
    1. hiperbola
    2. paradoks
    3. klimaks
    4. litotes
    5. ironi

 

  1. Film itu sangat digemari oleh anak-anak remaja dan orang tua.

Kalimat diatas mengandung majas …..

  1. antitesis
  2. perumpamaan
  3. klimaks
  4. litotes
  5. iron

 

  1. Pergi …..! Muak aku mendengar cara bicaramu itu.

Kalimat diatas mengandung majas  …..

  1. ironi
  2. alusi
  3. sarkasme
  4. eufenisme
  5. eponym

 

  1. Bermain air basah, bermain api letup adalah contoh ……
    1. pepatah
    2. nasehat
    3. pantun
    4. ungkapan
    5. perumpamaan

 

  1. Seperti abu di atas tunggul adalah contoh ……..
    1. pepatah
    2. nasehat
    3. pantun
    4. ungkapan
    5. perumpamaan

 

  1. Perundingan antara dua Negara itu mengalami jalan buntu.

Jalan buntu dalam kata diatas bermakna …..

  1. jalan putus
  2. jalanya bercabang
  3. tidak ada tempat berbelok
  4. mengalami kegagalan
  5. putus asa

 

 

  1. Peristiwa tsunami sunggu merupakan tragedy nasional.

Kalimat diatas mengandung majas ……

  1. sinekdoke
  2. metanimia
  3. alusi
  4. eponym
  5. epitet

 

  1. Tampaknya wanita cantik itu kurang waras.

Kalimat diatas mengandung majas …..

  1. sinekdoke
  2. metanimia
  3. alusi
  4. eponym
  5. epitet

 

  1. Kelompok kata berikut yang bukan tergolong ungkapan adalah …..
    1. patah hati
    2. jatuh hati
    3. hati ayam
    4. makan hati
    5. buah hati

 

  1. Keluarga itu sedang menjadi perbincangan dikomplek kami.

Ungkapan yang tepat untuk kalimat diatas adalah …..

  1. sampah masyarakat
  2. buah bibir
  3. buah tangan
  4. tangan kanan
  5. kaki tangan

 

  1. Berikut ini hal-hal berkaitan dengan penilaian karya sastra.
    1. Karya itu mampu menghidupkan atau memperbaharui pengetahuan pembaca, menuntunnya melihat berbagai kanyataan hidup.
    2. Karya itu mampu merefleksikan kebenaran hidup manusia.
    3. Karya itu mampu membangkitkan aspirasi pada pembaca untuk berfikir dan berbuat lebih banyak dan lebih baik bagi penyempurnaan kehidupan.
    4. Karya itu mempunyai daya hidup tinggi yang senantiasa menarik bila dibaca kapan saja.
    5. Karya itu mampu memperlihatkan peristiwa masa kini dan masa dating.

Yang tergolong norma estetika dalam penilaian karya satra adalah …..

  1. I,II,III
  2. II,III,V
  3. I,III,V
  4. III.IV,V
  5. I,II,V

 

  1. Berikut ini bukan unsur intrinsic karya sastra adalah ………….
    1. budaya pengarang
    2. alur/plot
    3. tokoh
    4. tema
    5. latar

 

  1. Untuk karya tulis yang bertema teknik bertanam tumbuh tertentu, kerangka karya tulis yang baik adalah …..
    1. Pemeliharaan tanaman pengaturan jarak tanam, pemilihan bibit, pemberantasan hama, penanaman hasil.
    2. Pengaturan jarak tanam, pemilihan bibit, pemberantasan hama, penanaman hasil.
    3. Penanaman hasil, pemberantasan hama, pengaturan jarak tanam.
    4. Pemilihan bibit, pemeliharaan tanaman, pemberantasan hama, pengaturan jarak tanaman, pamanenan hasil.
    5. Pemilihan bibit, pemeliharaan tanaman, pemberantasan hama, pengaturan jarak tanaman, pemanenan hasil.

 

  1. (1) tetap tema karangan

(2) kembangkan kerangka karangan

(3) rumuskan tujuan

(4) kumpulkan bahan

(5) korensi dan tulis dalam bentuk yang rapi

(6) buatlah kerangka karangan.

Urutan langkah-langkah mengarang yang benar adalah …….

  1. 3,2,1,4,6,5
  2. 4,2,3,1,6,5
  3. 1,3,4,6,2,5
  4. 6,2,1,4,3,5
  5. 3,2,1,6,2,4,5

 

  1. Kata lain untuk istilah multi kultur adalah ……..
    1. keanekaragaman bahasa daerah
    2. keanekaragaman rumah adapt dan senjata tradisional
    3. keanekaragaman budaya
    4. keanekaragaman makanan daerah
    5. keanekaragaman kain tenun, tarian.

 

  1. Ekonomi Indonesia adalah naga kesekian yang sedang menggeliat bangun menyusul naga-naga lain dikawasan Asia. Kalimat diatas mengandung majas …..
    1. metafora
    2. pernonifikasi
    3. paradoks
    4. metonimia
    5. litotes

 

  1. Rangkaian ungkapan yang tidak tepat terdapat dalam ……..
    1. Ternyata ia petinju ayam sayur, sekali pukul roboh.
    2. Jepang mengibarkan bendera putih terhadap sekutu.
    3. Dokter itu bertangan dingin, mampu menyembuhkan pasien.
    4. Kita harus angkat topi terhadap keberhasilan anak itu.
    5. Kalau kita tak bekerja, alamt dapur tak berasap.

 

  1. Semua pengunaan ungkapan dibawah ini benar, kecuali …..
    1. anak yang otaknya brilian itu mampu menyelesaikan soal tersebut.
    2. Ia anak yang cepat kaki ringan tangan, sehingga disukai banyak orang.
    3. Presiden melakukan anjangkarya ke propinsi Papua.
    4. Untuk meningkatkan nilai ekspor non migas pemerintah melakukan revolusi hijau.
    5. Anak yang berotak udang itu, mendapat ranking terbaik dikelas.

 

  1. Beberapa tahun yang lalu cengkeh menjadi komoditi yang potensial, sekarang petani beralih membudayakan panili yang dijuluki emas hijau, emas hijau artinya
    1. nilai jual tinggi
    2. banyak keuntungan
    3. emas berwarna hijau
    4. banyak peminat
    5. cepat berubah

 

  1. Berikut ini yang bukan unsur ekstrinsik karya sastra adalah …..
    1. budaya pengarang
    2. agama pengarang
    3. kondisi politik
    4. perwatakan
    5. moral

 

  1. Jalinan peristiwa karya sastra untuk mencapai efek tertentu disebut ….
    1. budaya pengarang
    2. alut/plot
    3. tokoh
    4. tema
    5. latar

 

  1. Alur/plot pada akhir cerita merangsang pembaca untuk mengembangkan jalan cerita disebut ….
    1. plot terbuka
    2. plot tertup
    3. plot maju
    4. plot mundur
    5. plot campuran

 

  1. pengembangan mengenai waktu, tempat dan suasana terjadiperistiwa dalam cerpen disebut …..
    1. budaya pengarang
    2. alut/plot
    3. tokoh
    4. tema
    5. latar

 

  1. Tokoh protagonist adalah ….
    1. tokoh yang melawan cita-cita antagonis
    2. pihak ketiga yang berpihak pada kubu antagonis
    3. tokoh utama yang ingin mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi dalam mencapai cita-cita
    4. tokoh yang berada diluar antagonis dan tritagonis
    5. tokoh yang berpihak pada kubu manapun

 

  1. Tokoh yang melawan tujuan dan cita-cita protogonis disebut ….
    1. tokoh utama
    2. tokoh sampingan
    3. antagonis
    4. protagonist
    5. tritagonis

 

  1. Pertanyaan berikut ini yang tidak tepat untuk teks ilmiah adalah ….
    1. isi teks dapat berupa fakta social
    2. menggunakan bahasa Indonesia baku
    3. menggunakan pribahasa untuk menyampaikan maksud
    4. thesis merupakan salah satu contoh teks ilmiah
    5. teks ilmiah dapat berupa hasil penelitian

 

  1. Berikut ini yang bukan teks ilmiah adalah …..
    1. skripsi
    2. thesis
    3. hasil penelitian
    4. cerpen
    5. karya tulis

 

  1.       Kakek duduk di kursi goyang kesayangannya sambil membanca buku yang setia menemaninya. Sekelompok anak-anak  berdiri di depan pintu gerbang rumahnya kakek. Mereka serentak berseru “ kakek Sastro kami ingin dengar cerita kakek lagi” kkek lari tergopoh-gopoh menghampiri pintu gerbang kemudian membukanya, dalam waktu sekejap kakek sudah dikelilingi anak-anak yang siap mendengarkan cerita kakek dengan wajah antusias. Anak-anak berebut minta cerita yang mereka sukai. Dengan senang hati kakek memenuhi permintaan mereka. Tanpa merasa lelah sedikitpun, kakek asik bercerita hingga anak-anak tertidur pulas.

 

Karakter kakek pada penggalan cerita pendek tersebut adalah ….

  1. pemarah
  2. penyabar
  3. pendendam
  4. penyayang
  5. pemalu

 

  1. Ijah            : Pak, tolong bawakan belanjanku kedapur.

Dadang    : Iya sebentar, aku sedang tanggung meneruskan mimpi.

Ijah            : Tidur dari pagi sampai pagi lagi tidak ada capeknya.

Dadang    : Siapa tahu mimpiku kali membawa hoki. Lita bias kaya. Jah!

Ijah            : Kita bias kaya kalau kita kerja keras. Bukan tidur melulu.

Karakter Dadang pada penggalan drama tersebut adalah ….

  1. pemarah
  2. penyabar
  3. pendendam
  4. penyayang
  5. pemalu

 

  1.       Aditya mengeluarkan sepeda motornya, kemudia melesat meninggalkan kepulan asap knalpot. Ibunya mengusap dada, matanya menerawang jauh mengikuti asap motor yang kian menghilang. Anak tunggalnya kini sudah tidak bias diharapkan lagi. Semua nasehatnya sudah tidak didengar apalagi dipatuhi. Direbahkannya tubuhnya yang ringkih diatas tempat tidur. Terbayang wajah ayah Aditiya yang telah lama tiada. Perlahan-lahan airmata bening mengalir membasahi bantal.

Setengah sadar, ibu Aditya mendengar suara pintu yang diketuk berulang-ulang. Dia segera bangun, mencari-cari sandal dibawah tempat tidur dan berjalan tertaih kearah pintu. Seorang laki-laki berdiri didepan pintu. Dengan suara terbata-bata menyampaikan bahwa Aditya kecelakaan dan berada dirumah sakit. Ibu Aditya terduduk lemas, tak berdaya.

Amanat yang terdapat pada penggalan cerita tersebut adalah ….

  1. seorang ibu harus tabah dalam menghadapi berbagai cobaan.
  2. Seseorang manusia harus saling menolong.
  3. Seorang anak harus berbakti pada orang tuanya.
  4. Anak yang tidak patuh pada ibunya akan mendapat celaka.
  5. Seorang ibu harus mendoakan anaknya.

 

  1. Karim        : Sudah sepuluh purnama ayah tidak pulang ya Bu.

  Aku merindukan candanya yang ceria, sorot matanya yang jenaka, dan nasihatnya yang menyejukan.

Ibu             : Sabar, Nak. Jangan putus-putus kita berdoa, semoga ayahmu dalam lindungan Tuhan.

Karim        : Ibu, dengan ayah tidak ada masalah kan ?

Ibu             : (sambil memeluk Karim) Maafkan Ibu, Nak.

                     Ibu tidak bias menerima ayah lagi, sejak dia menikahi perempuan desa seberang.

Karim        : (Memandang wajah ibunya sambil menahan dadanya yang sakit akibat sakit paru-paru yang dideritanya). Mengapa selama ini ibu menceritakannya pada Karim Bu ?

Amanat yang  terdapat pada penggalan drama tersebut adalah ….

  1. Anak harus menerima apa pun keputusan orang tua.
  2. Orang tua harus merahasiakan masalah kepada anaknya.
  3. Bila orang tua berpisah, maka anak akan menjadi korban
  4. Menjadi orang tua yang baik sangat sulit.
  5. Orang tua harus berusaha banyak belajar tentang berbagai hal.

 

  1.       Dikampungku bukan hal aneh dan bukan rahasia jika seorang duta (perantau keluar negeri) yang akan berangkat mengadakan selamatan terlebih dahulu.  Semua warga diundang. Perangkat desa pun tak luput diminta hadir. Mereka diminta doa restu. Tuan rumah menyiapkan berbagai makanan khas.

      “ Bapak-bapak, ibu-ibu, serta handai tauladan semua, saya mohon doa restu agar usaha saya lancar. Saya berjanji jika usaha saya berhasil nanti, saya akan membangun kanal dilingkungan kita ini. “ Demikian kudengar ayahku melanjutkan sambutannya.

      Sebagaimana para duta lainnya, mereka memang sering berjanji untuk mendermakan sebagaian hasilnya untuk kepentingan masyarakat. Bagi para duta, janji semacam itu sama halnya dengan sebuah nazar, sebuah sumpah suci yang harus ditepati,  bukan sekedar pemanis di bibir saja.

Latar budaya yang terdapat pada penggalan cerpen tersebut adalah ….

  1. Selamatan bagi duta yang akan berakat
  2. Janji duta yang bukan janji palsu.
  3. Sambutan orang tua duta
  4. Sumpah suci yang harus di tepati
  5. Makanan khas daerah yang dinikmati bersama

 

  1. Bau tanah yang disiram hujan setelah lama kemarau, kunikmati dengan segenap perasaan. Kuhirup oksigen dalam-dalam sambil memuji keagungan-Nya. Rumah tua peninggalan almarhum ibu, dengan halan yang luas sudah dua tahun ini ku tinggali. Aneka tanaman hias dan tanaman buah yang tertata apik, membuat aku betah dirumah. Bangku panjang dibawah pohon matoa adalah tempat favoritku untuk menikmati semilir angin dan harum bunga cempaka dikala senja.

Unsur intrisik yang dominan penggalan cerpen tersebut adalah …..

  1. tema
  2. penokohan
  3. amanat
  4. seting
  5. alur

 

  1.       Kulukis wajahmu

Di pelataran rinduku yang biru

Kucari sosokmu

Di lembar-lembar mimpiku

Namun kau tetap sanar

Ingin segera kuakhiri

Penantian ini

Tema penggalan puisi tersebut adalah …..

  1. lukisan wajah yang dirindukan
  2. sebuah sosok yang dirindukan
  3. mimpi yang berlembar-lembar
  4. bayangan samara-samar yang menggoda
  5. penantian yang akan berakhir

 

  1.       Diatas meja

Bungkus-bungkus rokok mengeluh

Dan debu kertas tak ramah lagi bicara

Inikah seribu masa silam dan

Catatan tentang dosa kita ?

Majas yang terdapat pada puisi tersebut adalah …..

  1. personofiksi
  2. metafora
  3. paradoks
  4. litotes
  5. hiperbola

 

  1. Ingin kupersembakan kepadamu

Sajak-sajak yang sederhana

Pikiran-pikiran yang sederhana

Perasaan-perasaan sederhana

Sebab hidup ini pun sederhana

Unsur intrisik yang dominant pada puisi tersebut adalah …..

  1. rima
  2. tema
  3. majas
  4. amanat
  5. diksi

 

  1. Hati-hatilah menghadapi orang yang sedang …., salah bicara bias ditampar.

Ungkapan yang tepat untuk melengkapi kalimat di atas adalah ….

  1. makan hati
  2. makan bawang
  3. makan tulang
  4. makan angin
  5. makan garam

Alamat smp, bekasi

BERANDA
Aturan & Prosedur
Jadwal Pelaksanaan
Alur Pendaftaran
Hasil Seleksi
Data Pendaftar
Daya Tampung
Statistik PSB
Info Sekolah
Info Sebaran NUN
Info dan Berita
Pesan Anda
Fasilitas SMS
Sistem SIAP PSB Online
AturanJadwalAlurSeleksiDaftarTampungStatistikKota/Kab Lain
Info SekolahBerikut adalah daftar sekolah peserta Penerimaan Siswa Baru untuk PSB Online di Kota Bekasi tahun ajaran 2009/2010

Cari Hasil Seleksi dengan nomor pendaftaran anda

pilih data •Daftar Alamat SMP di Kota Bekasi
•Daftar Alamat SMA di Kota Bekasi
•Daftar Alamat SMK di Kota Bekasi

NAMA SEKOLAH ALAMAT NO.TELP
SMP Negeri 2 Bekasi Jl. Chairil Anwar Nomor 137 Bekasi. 8803079
SMP Negeri 3 Bekasi Jl. Agus Salim Nomor 75 Bekasi 8801652
SMP Negeri 4 Bekasi Jl. Tengiri Raya Perumnas I Bekasi 8844340
SMP Negeri 6 Bekasi Jl. Masjid Nurul Ikhsan Jt Waringin Pd. Gede Bekasi 88450456
SMP Negeri 7 Bekasi Jl. Blanak Raya Perumnas II Bekasi 88954169
SMP Negeri 8 Bekasi Jl. Cipenawa Bojong Menteng Bekasi 8254475
SMP Negeri 9 Bekasi Jl. Swatantra Nomor 4 Jati Asih Bekasi 8214091
SMP Negeri 10 Bekasi Jl. Raya Pedurenan Bekasi 8251067
SMP Negeri 11 Bekasi Jl P. Sumatra Raya No. 01 Perumnas III Bekasi 8807627
SMP Negeri 12 Bekasi Jl. Pulo Sirih Timur Raya Nomor 1 T.Galaxi Bekasi 8200251
SMP Negeri 13 Bekasi Jl. Arbey Harapan Baru , Kota Bekasi 8847675
SMP Negeri 14 Bekasi Jl. Bintara No. 8 Kota Bekasi 8852978
SMP Negeri 15 Bekasi Jl. Cempaka Raya , Kranggan Permai Kota Bekasi 8842682
SMP Negeri 16 Bekasi Jl. Narogong Jaya Bekasi 8222711
SMP Negeri 17 Bekasi Jl. H. Bentong Jati Cempaka Pondok Gede 8487346
SMP Negeri 18 Bekasi Jl. H. Agus Salim Nomor 78 Bekasi 8808413
SMP Negeri 19 Bekasi Jl. Flamboyan Perum Harapan Indah , Kota Bekasi 8873301
SMP Negeri 20 Bekasi Jl. Pelesia 1 Jati Bening II Bekasi 8486924
SMP Negeri 21 Bekasi Villa Indah Permai Bekasi 8971606
SMP Negeri 22 Bekasi Jl. Bintara No. 17 , Kota Bekasi 88956411
SMP Negeri 23 Bekasi Jl. Jati Kramat Indah , Kota Bekasi 84994818
SMP Negeri 24 Bekasi Jl. Raya Garuda No. 24 , Bumi Dirgantara Permai Jatisari. Jatiasih 8454875
SMP Negeri 25 Bekasi Jl. Raya Wijaya Harapan Baru Bekasi 88960671
SMP Negeri 26 Bekasi Perum Graha Harapan Blok B17 Mustika Jaya Bekasi 82603411
SMP Negeri 27 Bekasi Jl. Sapta Taruna IV , Kota Bekasi 9191268
SMP Negeri 28 Bekasi Jl. SMP 28 Kranggan Pasar Jt. Sampurna Bekasi 84599475
SMP Negeri 29 Bekasi Jl. H. Ilyas Cikunir Jaka Mulya Bekasi Selatan 82432990
SMP Negeri 30 Bekasi Perum Bumi Asih Indah , Jatiasih , Kota Bekasi 68241721
SMP Negeri 31 Bekasi Jl.Pangkalan 8 .Kota Bekasi 82483471
SMP Negeri 32 Bekasi Jl. Taman Kusuma , Perum Wisma Jaya.Kota Bekasi 88359227
SMP Negeri 33 Bekasi Jl. Ceria Raya TNI , Kota Bekasi 82421678
SMP Negeri 34 Bekasi Jl. Wibawa Mukti IV , Kota Bekasi 84974006
SMP Negeri 3 5 Bekasi Jl. Raya Bulak Tinggi, PS Kecapi Jatiwarna Pondok Melati 8442682
SMP Negeri 36 FILIAL SMP 8 JL. Cipendaw Kel. Bojong Menteng 8254475
SMP 37 FILIAL SMP 8 Jl. Cipendawa Kel. Bojong Menteng 8254475
SMP 38 FILIAL SMP 5 JL. Raya Seroja Bekasi Utara 8849355
SMP 39 FILIAL SMP 5 Jl. Raya Seroja Bekasi Utara 8849355
SMP 40 FILIAL SMP 24 JL. Garuda No. 24 Jatiasih 70451553
SMP 41 FILIAL SMP 16 Jl. Narogong Jaya Bekasi 8222711
SMP ISLAM AL-IKHLAS JL. Masjid Al-Ikhlas Kp. Bojong Kel. Jatimakmur Kec. Pondok Gede 8475527
SMP DAYA UTAMA Jl. Raya Kota Legenda Kel. Mustika Jaya – Bekasi 82610202/82610303
SMP TUNAS JAKASAMPURNA Jl. Sadewa Raya Blok C No.1 – Bekasi 8209156/0218209157
SMP TERPADU WIDYA DUTA Alinda Kencana Blok. A1 No. 2-6 – Bekasi 8874437
SMP IT TERATAI PUTIH GLOBAL Jl. Kampus Teratai Putih No.1 Mustika Jaya – Bekasi 82608699
SMP MARTIA BHAKTI Jl. Jendral Sudirman Km 32 Kota Bekasi 8842241
SMP DARMA PATRIA BEKASI Jl. Dahlia VI Perumnas 1 Bekasi

Update terakhir: 1 Juli 2009 08:21
NAMA SEKOLAH ALAMAT NO.TELP
SMA Negeri 2 Bekasi Jl. Tangkuban Perahu Nomor 1 Bekasi 8843280
SMA Negeri 3 Bekasi Jl. Pulo Sirih Nomor 1 Bekasi 8202515
SMA Negeri 4 Bekasi Jl. Cemara Permai Harapan Indah Bekasi 8888262
SMA Negeri 6 Bekasi Jl. Asri Lestari Perum Pondok Mitra Bekasi 8216704
SMA Negeri 7 Bekasi Jl. Lingkar Tatakota No. 107 Bekasi
SMA Negeri 8 Bekasi Jl. Irigasi Nomor 1 Pekayon Jaya Bekasi 82430888
SMA Negeri 9 Bekasi
SMA Negeri 10 Bekasi Flamboyan Raya Harapan Indah Bekasi 88975928
SMA Negeri 11 Bekasi Wibawa Mukti Kapling Auri Jati Asih Bekasi 7099351
SMA Negeri 12 Bekasi Jl. I Gusti Ngurah Rai Gg Masjid Al Ikhlas Kranji Bekasi Barat 8850863
SMA Negeri 13 Bekasi Jl. Pariwisata kel. Pengasinan kec Rawa lumbu Bekasi 82409656
SMA Negeri 14 Bekasi Jl. Ceri Raya Perum Alinda Kali Abang Tengah Bekasi 88882062
SMA Negeri 15 Bekasi Jl. H. Open, Ciketing Udik Bantar Gebang 26131475
SMA Negeri 16 Bekasi Jl. Hamkam Pos 3. Pd. Melati Pd. Gede Bekasi 8460810
SMA Negeri 17 Bekasi Jl. Galaksi VII Perum Jaka Sampurna / UP SMA Negeri 3 8202515
SMA Martia Bhakti Jl. Jend. Sudirman Km. 32 Bekasi 8841844
SMA Patriot Bekasi Jl. Kalibaru Medan Satria Bekasi 88965409
SMA PB Sudirman 1 Jl. Taman Soka II Taman Galaxi Bekasi. 82404528
SMA PGRI 1 Bekasi Jl. Cirebon Duren Jaya Bekasi 8803995
SMA Daya Utama Jl. Raya Legenda Bekasi 82610202
SMA Tunas Jaka Sampurna Jl. Sadewa Raya Blok C Nomor 1 Bekas 91267418
SMA Bani Saleh Jl. Melati Raya 2 Nomor 54 Bekasi. 88349607
SMA Ananda Jl. Muh. Yamin Nomor 21 Duren Jaya Bekasi 8803816
SMA Marsudirini Jl. Raya Narogong No. 202 Kemang Pratama Bekasi 82400084
SMA Pangudi Luhur II Servasius Jl. Pangudi Luhur, Pabuaran Jatimurni Pondok Melati 88593324
SMA Plus Teratai Putih Global Jl. Kampus Teratai Putih No.1 Cimuning Mustika Jaya 82609738
SMA PAX PATRIAE Jl. Gardenia Raya Utara Blok BA II No. 41 Jakaseta, Beaksi Selatan 82413795
SMA AL MUHADJIRIN Jl. P. Jawa Raya Perumnas 3 Bekasi 8800465

Update terakhir: 1 Juli 2009 08:21
NAMA SEKOLAH ALAMAT NO.TELP KOMPETENSI KEAHLIAN
USB SMK Negeri 2 Bekasi Jl. Lap Bola Rawabutun , Ciketing Udik Bantargebang 82483479 Teknik Sepeda MotorAkuntansi (AK)Teknik Komputer Jaringan ( TKJ )Teknik Elektronika industri
USB SMK Negeri 3 Bekasi Perum Mutiara Gading Timur Blok L5 No. Mustika Jaya 82483479 Tata BogaAkuntansi (AK)Teknik Komputer Jaringan( TKJ )Akomodasi Perhotelan
USB SMK Negeri 4 Bekasi Jl. Cempaka Raya Perum Kranggan Permai. Jatisampurna 8850641 Broad CastingTeknik Komputer Jaringan( TKJ )
USB SMK Negeri 5 Bekasi SMKN1 Kota Bekasi Jl. Raya Bintara 8 No 2 Kranji , Bekasi Barat 8850641 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)Teknik Elektronika industriKimia Analis
USB SMK Negeri 6 Bekasi Jl. Jawa Raya No. 1 Perum III Bekasi Timur 8850641 Teknik ArsitekTeknik Pendingin & Tata Udara
SMK Plus Teratai Putih Global 1 Jl. Taman Arjuna 4 Bumi Satria Kencana 8890634 Teknik Mekanik OtomotifAudio VideoTeknik Komputer JaringanTeknik Ketenagalistrikan
SMK Plus Teratai Putih Global 2 Jl. Rajawali 5 No. 29 Perumnas 1 Bekasi Selatan 8894749 Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)Akuntansi (AK)Administrasi perkantoran (AP)Pemasaran (Pn)
SMK Plus Teratai Putih Global 3 Jl. BKKBN Ciketing , Mustika Jaya 82609331 Teknik Komputer Jaringan ( TKJ)Akuntansi (AK)Administrasi perkantoran (AP)Pemasaran (Pn)
SMK Plus Teratai Putih Global 4 Jl. BKKBN Ciketing , Mustika Jaya 82609320 Teknik Mekanik OtomotifAudio VideoRekayasa Perangkat Lunak (RPL)

Update terakhir: 1 Juli 2009 08:21 Layanan ini diselenggarakan oleh TELKOM SOLUTION untuk dunia pendidikan di Indonesia. Mari kita majukan bangsa Indonesia, melalui pemanfaatan Teknologi Informasi yang tepat guna pada dunia pendidikan Indonesia.

SIAP PSB OnlineKota Bekasi periode 2009Dinas Pendidikan Kota Bekasi
Mohon maaf, halaman tidak tercetak.Pastikan Javascript browser anda aktif,
Setelah itu KLIK tombol bergambar printer () untuk mencetak halaman ini.

alokasi waktu

PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU
SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2009/2010

1. Banyaknya minggu dalam semester gasal :

NO BULAN JML MINGGU KET
1 JULI 4
2 AGUSTUS 4
3 SEPTEMBER 4
4 OKTOBER 4
5 NOPEMBER 4
6 DESEMBER 4
JUMLAH 24

2. Banyaknya minggu yang tidak efektif :
1 Kegiatan MOS dan Test Diagnotis : 1 Minggu
2 Libur Nasional/Keagamaan : 2 Minggu
3 Ulangan harian : 1 Minggu
4 Libur Semester : Minggu
5 Kegiatan lainnya :
Jumlah : 4 Minggu

3. Banyaknya minggu semester gasal : 24 Minggu
4. Banyaknya minggu tidak efektif semeter gasal : 4 Minggu

5. Banyaknya minggu efektif pada semester gasal: 20 minggu

Mengetahui; Jakarta, Juli 2009
Kepala SMK Negeri 36 Jakarta, Guru Mata Diklat

Drs. Dedi Dwitagama, M.M,M.Si Mulyanto
NIP/NRK 131765462/132471 NIP/NRK 131877830/156021

PERHITUNGAN ALOKASI WAKTU
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2009/2010

1. Banyaknya minggu dalam semester genap:

NO BULAN JML MINGGU KET
1 JANUARI 4
2 PEBRUARI 4
3 MARET 4
4 APRIL 4
5 MEI 4
6 JUNI 2
JUMLAH 22

2. Banyaknya minggu yang tidak efektif :
1 Libur Nasional/Keagamaan : 1 Minggu
2 Ulangan harian : 1 Minggu
3 Libur Semester : 1 Minggu
4 Pra UN : 1 Minggu
5 TKM : 1 Minggu
6 UN/US : 1 Minggu
7 Kegiatan lainnya 1 Minggu

3. Banyaknya minggu semester genap : 24 Minggu
4. Banyaknya minggu tidak efektif semeter genap : 7 Minggu

5. Banyaknya minggu efektif pada semester gasal : 17 minggu

Mengetahui; Jakarta, Januari 2010
Kepala SMK Negeri 36 Jakarta, Guru Mata Diklat

Drs. Dedi Dwitagama, M.M,M.Si Mulyanto
NIP/NRK 131765462/132471 NIP/NRK 131877830/156021

Visi & Misi SMK N 36 JKT

SMK NEGERI 36 JAKARTA

VISI  :

  1. Menjadi sekolah kejuruan yang berkualitas, profesional berdasarkan budi pekerti luhur
  2. Mewujudkan sekolah sebagai pencetak Sumber daya Manusia yang Profesional untuk menghadapi era global
  3. Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan bidang teknologi dan industri yang profesional, dipercaya oleh masyarakat dan dunia industri/usaha
  4. Menjadi sekolah unggulan yang profesional dalam bidang teknologi dan industri
  5. Menjadi sekolah berstandar nasional/internasional bidang teknologi dan industri berdasarkan iman dan takwa serta menghasilkan tamatan yang siap menghadapi era global

 

MISI :

  1. Membentuk tamatan yang berkepribadian unggul dan mampu mengembangkan diri
  2. Menyiapkan tenaga trampil yang mampu bersaing di lapangan kerja
  3. Menyiapkan wirausahawan yang tangguh dalam bidang teknologi dan industri
  4. Menyiapkan tamatan yang terampil, handal, produktif, bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dam mampu mengembangkan diri secara berkelanjutan
  5. Menghasilkan SDM yang memiliki etos kerja tinggi, profesional dalam bidang teknologi dan industri
  6. Membentuk peserta didik yang kreatif, mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan pasar
  7. Mengembangkan dan mengintensifkan hubungan sekolah dengan dunia industri
  8. Membentuk peserta didik  yang terlatih dan profesional
  9. Menyiapkan diklat berbasis kompetensi yang didasari pengembangan diri yang berkelanjutan
  10. Membentuk sikap dan perilaku peserta didik  yang berakar pada nilai-nilai budaya bangsa Indonesia

Wacana gender

 

PEMAHAMAN

WACANA GENDER

MODUL
Dra. Budiarti, M.Pd

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

2009


WACANA TENTANG GENDER

 

MUNCUL DAN BERKEMBANGNYA WACANA GENDER

 

“ … gender is one of the universal dimensions on which status differences are based. Unlike sex, which is a biological concept, gender is a social construct specifying the socially and culturally prescribed roles that men and women are to follow.”

Margaret Mead

Gender merupakan kajian tentang tingkah laku dan peran yang dimainkan perempuan dan laki-laki dan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Hubungan antara laki-laki merupakan hubungan sosial. Gender berbeda dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang bersifat biologis, karena yang dianggap maskulin dalam satu kebudayaan dapat dianggap sebagai feminim dalam budaya lain. Dengan kata lain, ciri maskulin atau feminim itu tergantung dari konteks sosial-budaya bukan semata-mata pada perbedaan jenis kelamin.

Dulu… aku feminism, sekarang aku Genderism I

 

Gender seringkali disamakan dengan feminim. Gender berbeda dengan feminisme. Perbedaan itu terletak dari sudut pandang dan permasalahan yang menjadi pusat perhatian diantara keduanya. Jikalau feminisme lebih cenderung pada keinginan kaum wanita untuk serba wanita, gender mengkaji tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan supaya terjadi kesetaraan peran. Feminisme, pandangan tentang wanita yang dianggap terlalu ekstrim kewanitaannya. Feminisme bertitik tolak pertanyaan “dan bagaimana dengan wanita?” atau dengan kata lain dimana wanita dalam setiap situasi yang terjadi. Kemudian diteruskan dengan “Mengapa semua ini terjadi?” yang menghasilkan teori sosial umum tentang kehidupan. Pertanyaan kemudian dilanjutkan dengan “Bagaimana kita dapat mengubah dan memperbaiki dunia sosial untuk membuatnya menjadi tempat yang lebih adil bagi perempuan dan semua orang? Sedangkan gender adalah membangun suatu pemahaman tentang adanya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki sebagaimana kiprahnya manusia di segala bidang kehidupan, tanpa dipengaruhi muatan yang didasarkan pada keberadaan biologis laki-laki dan perempuan.

Kita punya kesempatan membuat masa depan lebih baik

 

Tidak dapat disangkal bahwa, wacana tentang gender adalah wacana yang muncul setelah perkembangan feminisme mencapai puncaknya. Wacana gender muncul sebagai kritik atas feminisme yang cenderung mengedepankan sisi keperempuan dibandingkan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Gender menghendaki adanya kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan secara adil. Persamaan diantara feminisme dan gender, kedua-duanya menghendaki adanya penggalian kembali (rekonstruksi) tentang peran perempuan dan laki-laki di dunia sosial.

RUANG LINGKUP GENDER

Wacana tentang gender kebanyakan mendapat perhatian dari para sosiolog. Berdasarkan klasifikasi teoretis di disiplin ilmu ini, wacana gender dikelompokkkan menjadi teori sosial makro dan teori sosial mikro.

FUNGSIONAL
TEORI KONFLIK
TEORI SISTEM DUNIA
INTERAKSIONISME SIMBOLIK
ETNOMETODOLOGI
TEORI SOSIOLOGI

MIKRO

TEORI FEMINIS

 

 

 

 

 

Teori Sosial Makro Tentang Gender

Pusat perhatian mereka (analisis) tertuju pada perbedaan jenis kelamin dalam kaitannya dengan fenomena sosial yang lebih luas. Dari pandangan ini, muncul perbedaan sudut pandang apa yang menjadi pusat kajian (subject matters).

 

Pertama, mereka yang mengkaji tentang fenomena perbedaan jenis kelamin laki-laki dan perempuan sebagai sistem antar hubungan dan struktur interaksi yang dipahami “sebagai keteraturan pola dalam perilaku individu.” Teoris fungsional dan konflik memusatkan perhatian pada negara-bangsa atau pada pengelompokkan kultural pra-modern. Teoris sistem dunia memusatkan perhatian pada kapitalisme global dengan inti negara bangsa sebagai struktur penting.

 

Kedua, mereka yang memusatkan perhatian pada wanita di dalam sistem yang telah digambarkan tersebut (global dan negara bangsa). Ketiga teoretis berkesimpulan tentang lokasi yang menjadi pusat perhatian yaitu lokasi kultural yakni keluarga (rumah tangga) dan kehidupan ekonomi.

 

Ketiga, ketiga teoretisi (fungsional, konflik, dan sistem dunia-Neo Marxis) mencoba menerangkan stratifikasi jender yang dipandang merugikan wanita dilihat dari wilayah struktural yaitu Keluarga, Ekonomi, dan Proses Sistem Sosial.

 

 

 

 

 

 

 

  • Setelah kita berkeluarga… Kamu kan perempuan jangan cari uang ya… kamu mengurus anak aja, aku yang tugas cari uang!

    Fungsionalisme

 

Memang begitu ya seharusnya?

Tidak

ada alternatif lain?

 

Pemangkunya adalah Mirriam Johnson, ia menyatakan bahwa telah terjadi kegagalan para teoretisi fungsionalisme dalam meneliti secara memadai kerugian yang dialami wanita dalam masyarakat. Fungsionalisme cenderung meminggirkan masalah ketimpangan sosial, dominasi dan penindasan, suatu kecenderungan yang lumrah biasa terjadi karena fungsionalisme bertumpu pada ketertiban sosial.

Paling pokok bagi teoretisi fungsional untuk memahami masalah jender adalah analisis peran ekspresif versus peran instrumental, hubungan lembaga keluarga dan lembaga lain, dan model tentang masyarakat fungsional.

Johnson menempatkan asal-usul ketimpangan jender berasal dari struktur keluarga yang partiarki. Keluarga mempunyai fungsi yang berbeda dari lembaga ekonomi dan lembaga publik. Keluarga mensosialisasikan anak dan mempengaruhi anggotanya yang dewasa, berperan penting dalam memperkukuh ikatan sosial dan memproduksi nilai (integrasi dan pemeliharaan pola). Posisi sosial utama wanita dalam struktur keluarga adalah sebagai produsen utama fungsi-fungsi pokok keluarga. Melaksanakan peran tersebut, wanita harus berorientasi secara ekspresif yakni dengan penyesuaian emosional dan tanggapan kasih sayang. Fungsi wanita dalam keluara berorientasi pada penekanan perasaan kasih sayang (expressiveness) dan mempengaruhi fungsi mereka dalam seluruh struktur sosial lainnya terutama ekonomi.

Disana tidak terjadi stratifikasi gender. Di dalam keluarga partiarki, wanita mengasuh anak dengan berorientasi pada pengungkapan perasaan kasih sayang, mereka bertindak dengan kekuatan dan wewenang, memberikan perasaan kemanusiaan yang sama baik kepada anak laki-laki maupun wanita. Paksaan kultural dan kelembagaan mengharuskan wanita lemah dan selalu mengalah dalam hubungan dengan suaminya secara instrumental mengalami persaingan dalam mencari nafkah keluarga. Dalam melihat wanita dalam peranannya yang lemah, anak-anak mulai belajar memuja sistem partiarkis dan mendevaluasi sikep mental yang mengutamakan perasaan. Peran instrumental laki-laki dianggap lebih objektif dibandingkan peran perasaan wanita dan ini menyebar ke dalam kultur.

Aku juga bisa melakukan sesuatu yang suamiku bisa lakukan..
Aku juga bisa melakukan sesuatu yang suamiku bisa lakukan..
Lingkungan membuatku jadi begini….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Teori Konflik

Tokoh yang memfokuskan perspektif konflik pada masalah jender adalah Janet Chafetz. Lebih khusus ia memusatkan perhatiannya pada masalah ketimpangan jender yang ia sebut sebagai stratifikasi jenis kelamin. Menurut Chafetz, wanita mengalami kerugian apabila mereka menyeimbangkan tanggungjwab rumah tangga dan kebebasan peran dalam produksi ekonomi secara signifikan. Rumah tangga (keluarga) tidak dipandang sebagai bidang yang berada di luar area pekerjaan, sebuah kawasan emosi dan pemeliharaan, tetapi dipandang sebagai tempat berlangsungnya pekerjaan – perawatan anak, mengurus rumah tangga dan kadang-kadang juga bekerja menghasilkan tambahan uang bagi rumah tangga.

Untuk mencapai kesetaraan jender guna mencapai kesetaraan peran pria-wanita ia menyarankan harus memahami struktur kunci yang dapat diubah dalam keluarga.

 

Mengurus rumah tangga juga pekerjaan yang berharga, saya adalah suami yang memberikan kebebasan kepada istri. Mendidik anak adalah tanggung jawab kami berdua…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kita, wanita harus sadar, bahwa kita bukan sapi perahan kaum industriawan,

Kita harus berubah….

 

  • Teori Sistem Dunia

 

 

BROADCASTING

“PUTIH ITU CANTIK”

 

Teoritisi yang mengkaji tentang kesetaraan gender berdasarkan teori sistem dunia adalah Kathryn B. Ward, yang berusaha memahami persoalan gender akibat berkembangnya dunia ke dalam tataran global. Pusat perhatiannya adalah tenaga kerja wanita yang menjadi bagian dari kapitalisme yakni ketika wanita bekerja dalam proses produksi dan pasar kapitalis.

Teori Sosiologi Mikro Tentang Gender

Teoretisi sosiologi mikro kurang memperhatikan kerugian sosial wanita ketika membahas masyarakat sebagai manusia-manusia yang berinteraksi. Pertanyaan yang mereka ajukan adalah mengapa jender muncul dalam interaksi dan mengapa interaksi menghasilkan perbedaan gender. Dua sosiologi mikro utama yang membahas gender adalah interaksionisme simbolik dan etnomoetodologi.

  • Interaksionisme simbolik

Analisis pakar interaksionisme simbolik menunjukkan bahwa individu terlibat dalam mempertahankan diri berdasarkan gender dalam berbagai situasi, individu mempunyai gagasan tentang apa makna menjadi laki-laki dan wanita. Individu membawa kedirian menurut jenis kelamin ke dalam situasi dan mencoba bertindak sesuai dengan pengertian yang telah dihayati ini, yang mungkin berubah melalui interaksi dari situasi ke situasi, tetapi merupakan gudang komponen jenis kelamin perilaku individu.

Aku laki-laki, harus begini…, begitu….
Aku perempuan harus begini,,, juga harus begitu

 

dalam interaksi

perempuan terus

mempertahankan identitasnya sebagai Perempuan,

demikian juga laki-laki….

terus mempersepsikan dirinya sebagai laki-laki

 

  • Etnometodologi

Pusat perhatiannya adalah bagaimana jender diperankan oleh aktor dalam berbagai situasi. Pakar etnometodologi membuat perbedaan penting teoretis antara jenis kelamin (pengenalan biologis sebagai laki-laki dan wanita) dan jender (perilaku yang memenuhi harapan sosial untuk laki-laki dan wanita). Jender tidak melekat dalam diri seseorang, tetapi dicapai melalui interaksi dalam situasi tertentu. Kategori jenis kelamin adalah kualitas individual yang secara potensial selalu ada, maka prestasi jende adalah kualitas yang secara potensial selalu ada dalam situasi sosial. Orang dalam situasi tertentu tahu bahwa mereka bertanggungjawab melaksanakan peran jenis kelamin karena situasi memungkinkan seseorang berperilaku sebagai laki-laki atau wanita dan sejauh orang lain mengakuinya.

 

 

 

Teori Feminis

 

Variasi mendasar teori feminis yang menjawab pertanyaan deskriptif “Apa peran Wanita?   Perbedaan dalam teori menjawab pertanyaan yang menjelaskan “Mengapa situasi wanita seperti itu?
Posisi wanita dan pengalamannya di dalam kebanyakan situasi yang berbeda dengan laki-laki PERBEDAAN JENDER Feminisme kultural

Institusional

Eksistensi dan fenomenologi

Posisi wanita dikebanyakan situasi tak hanya berbeda, tetapi juga kurang beruntung atau tak setara dengan posisi laki-laki KETIMPANGAN JENDER Feminisme liberal

Marxian

Penjelasan Marx dan Engels

Marxian kontemporer

Wanita ditindas, tak hanya dibedakan atau tak setara, tetapi secara aktif dikekang, dibentuk dan digunakan, dan disalahgunakan oleh laki-laki PENINDASAN JENDER Feminisme psikoanalis

Feminisme radikal

Feminisme sosialis

Pengalaman wanita tentang pembedaan, ketimpangan dan berbagai penindasan menurut posisi sosial mereka PENINDASAN STRUKTURAL Feminisme sosialis

Teori interaksional

 

PERBEDAAN GENDER

 

Secara biologis, wanita dikodratkan berbeda dengan laki-laki. Tetapi itu tidak berarti bahwa wanita tidak dapat memainkan peran yang umumnya dimainkan oleh laki-laki.

Laki-laki bisa menjadi pemimpin, begitu juga kaum wanita. Kita (laki-laki dan perempuan) mempunyai peluang yang sama untuk menjadi “sesuatu.”

 

  1. I.         GENDER DALAM PERSPEKTIF HUKUM DAN AGAMA
    1. Pandangan Hukum Terhadap Peran Politik dan Sosial Laki-laki dan Perempuan

Pelbagai produk hukum (UU, PP, Perpu, dan lain sabagainya) dan hukum adat tentang siapa, bagaimana, dan apa peran laki-laki dan perempuan.

Dalam kacamata hukum, tidak dibedakan antara hak dan kewajiban warga negara terhadap negara, keduanya sama-sama dipandang sebagai warga negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Perempuan dan laki-laki memiliki peluang untuk sekolah, berusaha, dan menentukan karirnya sendiri, tanpa membedakan kodrat biologis diantara keduanya.

Model: Penelusuran (Risetasi) artikel dan peraturan-peraturan perundang-undangan.

  1. Pandangan Agama Terhadap Peran Politik dan Sosial Laki-laki dan Perempuan

Pelbagai pandangan antara laki-laki dan perempuan dalam kitab-kitab agama yang memandang laki-laki dan perempuan dalam tugas dan tanggungjawab antara laki-laki dan perempuan mandiri, berkeluarga dan sudah lanjut usia dan pisah.

Agama memandang bahwa perempuan dan laki-laki sebagai ciptaan Tuhan yang diciptakan untuk saling melengkapi. Perbedaan merupakan anugerah, karena dengan perbedaan manusia dapat menciptakan keturunan bagi kelangsungan umat manusia.

Topik Diskusi:

Dalam pandangan umat Islam di Indonesia, misalnya terutama kaum tradisional, menganggap bahwa perempuan tidak diperkenankan menjadi presiden. Alasan yang dikemukakan bahwa laki-laki adalah Imam bagi perempuan. Hal ini banyak mendapatkan penolakan dari aktivis perempuan, karena dianggap bahwa pernyataan larangan pemimpin dari kalangan perempuan membatasi peran politik perempuan?

Tugas Anda!

Temukan alasan-alasan yang mendasari pernyataan bahwa Laki-laki sebagai Imam?

Bagaimana Anda (Laki-Laki dan Perempuan) menangggapi keadaan seperti itu?

Model: Penelusuran (Risetasi) ayat-ayat, doktrin, dan pidato keagamaan.

  1. II.      GENDER DALAM KEHIDUPAN SOSIAL
    1. 1.    Gender dalam Keluarga
Waah… ternyata Keluarga punya pengaruh besar tentang masa depan masyarakat kita ke depan…

 

Keluarga adalah sumber utama yang dapat memberikan pemahaman yang salah dan atau benar tentang peran laki-laki dan wanita. Keluarga adalah perpustakaan pertama dan utama, seorang anak belajar tentang peran seksnya sebagai manusia. 

 

Keluarga merupakan unit penting, ia sebagai sumber belajar pertama bagi kehidupan seorang anak dan pusat penting dari semua kegiatan sosial. Keluarga mengandung potensi dalam membentuk wacana tentang pemahaman gender (peran antara laki-laki dan perempuan). Pemahaman yang dibentuk secara tidak langsung dan langsung oleh keluarga kepada anak-anak dan keluarganya memiliki pengaruh terhadap pemahaman tentang peran laki-laki dan perempuan, seperti seringkali muncul “Kamu itu Laki-Laki, harus begini dan begitu?”… dan “Kamu itu Perempuan, harus begini dan begitu?”, suatu kalimat yang mengawali pemahaman tentang peran seks perempuan dan laki-laki. 

Pembentukan Peran Seks dalam Keluarga

Pernah ada waktu ketika belajar berperan sesuai dengan jenis kelamin merupakan bagian normal dari proses pertumbuhan sehingga tidak seorang pun menganggapnya sebagai masalah. Terdapat pola-pola yang disetujui dan ditentukan secara budaya bagi anak perempuan dan anak laki dalam hal berpikir, bertindak, berpenampilan, dan berperasaan. Juga terdapat pola-pola yang disetujui dan ditetapkan bagi anak untuk mempersiapkan diri akan pola kehidup-an dewasa.

Tindakan Ayah dan Ibu adalah suritauladan bagi anak tentang peran seks.

Pada saat anak-anak beralih dari masa bayi ke masa kanak-kanak, ke masa remaja dan akhirnya ke masa dewasa, mereka belajar untuk memainkan peran yang ditentukan ini, sama halnya seperti mereka belajar hal lain yang dianggap perlu untuk penyesuaian yang baik pada pola hidup masa dewasa, mereka mengetahui dengan tepat pola kehidupan mereka dan telah siap untuk melaksanakan-nya dengan berhasil. Karena tidak pernah terbuka alternatif lain, mereka belajar menerima peran seks mereka, meskipun sebenarnya mereka mungkin ingin dilahirkan dengan jenis kelamin yang lain.

Anak-anak mengidentifikasi peran seks dari keluarga…

 

Diartikan secara umum, istilah “peran seks” berarti pola perilaku bagi anggota kedua jenis kelamin yang disetujui dan diterima ke­lompok sosial, tempat individu itu mengidentifikasikan diri. Block telah mendefinisikan peran seks dengan lebih spesifik sebagai “gabungan sejumlah sifat yang oleh seorang diterima sebagai karakteristik pria dan wani­ta dalam budayanya”… jadi peran seks adalah konstruksi sosial. Ward telah memperkuat definisi ini dengan mengatakan, “pe­ran seks yang ditentukan secara budaya mencerminkan perilaku dan sikap yang umumnya disetujui sebagai maskulin atau feminin dalam suatu budaya tertentu”.

Keluarga dapat mempengaruhi pembentukan pemahaman yang salah, pandangan negatif terhadap peran laki-laki dan perempuan.

TINDAKAN PEREMPUAN LAKI-LAKI
Permainan    
Terpusat pada Perasaan Tertuju pada afektif (ketangkasan)
Orientasi Perawat Pemain bola, pembalap, dsb

 

Pemahaman yang salah terhadap peran laki-laki dan perempuan berasal dari perlakuan orang dewasa terhadap anak-anak. Anak laki-laki misalnya dianggap aneh apabila terlihat main boneka, atau anak perempuan main mobil-mobilan. Perlakuan itu berakibat pada pembentukan karakter pada anak dan juga pemahaman bahwa anak perempuan itu begini dan begitu. Mengajarkan anak tentang “apa yang harus diperankan” akan terbawa terus dari generasi selanjutnya.

Asal Mula Stereotip Peran Seks

Spekulasi mengenai asal mula stereotip peran seks dapat didasarkan atas studi-studi antropologi mengenai kehidupan berkelompok, studi sosiologi mengenai pola kehidup­an keluarga sejak terdapatnya catatan sejarah, studi medis mengenai perbedaan fisik dan fisiologis antara jenis kelamin sejak beberapa-abad sebelum Masehi dan kepercayaan tradisional sejak zaman dulu yang sulit dilacak asal-usulnya.

Perlu diperhatikan bahwa semua pandangan ini menekankan perbedaan antara jenis kelamin, yang kemudian menjadi dasar untuk anggapan bahwa anggota kedua jenis kelamin harus mempunyai peran yang berbeda. Peran yang diberikan pada kedua jenis kelamin ditentukan oleh perbedaan-perbedaan tersebut.

 

Aspek-Aspek Stereotip Peran Seks 

Stereotip peran seks laki-laki dan perempuan mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, dan konatif.

 

 

ASPEK KOGNITIF  ASPEK AFEKTIF  ASPEK KONATIF 
Aspek kognitif mencakup persepsi, anggapan dan harapan orang dari kelompok jenis kelamin pria dan wanita. Anggapan persepsi, dan harapan ini sederhana, seringkali kurang berdasar, dan kadang-kadang sebagian tidak akurat tetapi tetap dipertahankan kuat-kuat oleh banyak orang. Aspek afektif mencakup sikap ramah maupun tidak ramah umum terhadap objek sikap dan berbagai perasaan sikap dan berbagai perasaan spesifik yang memberi warna emosional pada sikap tersebut Perasaan ini mungkin berupa kekaguman dan simpati atau rasa superior, iri hati dan rasa takut. Aspek konatif dari semua stereotip mencakup anggapan mengenai apa yang ha­rus dilakukan berkenaan dengan kelompok yang bersangkutan dan dengan ang-gota tertentu kelompok tersebut. Dalam kasus stereotip peran seks, terdapat ang­gapan bahwa anggota kelompok seks pria harus bertanggung jawab atas tugas-tugas yang menuntut kekuatan fisik, dan bahwa anggota jenis kelamin wanita harus dilindungi terhadap setiap tanggung jawab yang mungkin membahayakan kondisi fi­sik mereka yang lebih lemah.
CONTOH
Ucapan Perempuan harus berbicara yang lembut Laki-laki tidak pernah diharuskan untuk berbicara lembuat
Tindakan Perempuan jangan pulang larut malam Laki-laki tidak dilarang pulang malam
Perempuan jangan sekolah tinggi-tinggi, karena akan berada di dapur juga (domestifikasi) Laki-laki jangan lemah kaya perempuan. Laki-laki harus melindungi perempuan yang lemah. Perempuan harus manut pada suami.

 

Beberapa Fakta Yang Mendasari Stereotip Reran Seks 

Aspek Keterangan
  1. 1.      Perbedaan Fisik
Pria mempunyai tubuh yang lebih besar, otot yang lebih kuat dan kekuatan otot yang lebih besar. Wanita mempunyai tu­buh yang lebih kecil, otot yang lebih kecil, kurang bertenaga. Oleh sebab itu pria mampu melakukan hal-hal yang menuntut tenaga lebih besar, dan wanita mela­kukan hal-hal yang lebih membutuhkan keterampilan hasil koordinasi otot yang lebih baik.
  1. 2.      Perbedaan Fisiologis
Wanita dapat melahirkan anak dan harus mengalami beberapa ketidaknyamanan periodik pada waktu menstruasi. Bila me­nopause terjadi, wanita kehilangan salah satu fungsi fisiologisnya yang utama, disertai penurunan dorongan seks. Sebaliknya, pria tidak mempunyai ketidak­nyamanan periodik tersebut, mereka ti­dak mengalami penurunan dorongan seks, kemampuan membuahi tetap ada, dan satu-satunya peran dalam pembuahan ti-, dak mengganggu pola kehidupan normal mereka.
  1. 3.      Perbedaan Naluri
Ketika orang percaya bahwa kehidupan seseorang dikendalikan naluri atau dorongan-doro’ngan bawaan, naluri keibuan dianggap mendorong wanita untuk ingin menjadi seorang ibu dan mengisi waktunya dengan mengasuh anak. Naluri ayah hanya berfungsi sebagai dorongan untuk melindungi anaknya selama mereka tidak mampu melindungi dirinya.
  1. 4.      Perbedaan Kecerdasan
Sampai pergantian abad ini, ada anggapan bahwa ukuran otak dan tingkat inteligensi sangat erat berhubungan. Karena pria pa-da semua usia mempunyai otak yang le­bih besar dari wanita, mereka dianggap mempunyai inteligensi yang lebih tinggi.
  1. 5.      Perbedaan Prestasi
Sepanjang sejarah, prestasi terbesar dalam seni, musik, sastra, ilmu pengetahuan alam, dan lain-lain adalah prestasi kaum pria. Orang berasumsi bahwa kekuatan dan kemampuan intelektual yang superiorlah yang memungkinkan prestasi yang lebih tinggi ini.
  1. 6.      Perbedaan Emosional
Karena wanita mengalami gangguan perio­dik pada waktu menstruasi, ada anggapan bahwa gangguan fisiologis ini akan mengarah ke gangguan emosional, yang menyebabkan wanita secara emosional tidak stabil. Sebaliknya pria dianggap emosional stabil, seperti halnya mereka secara fisio­logis stabil.
  1. 7.      Perbedaan Kesehatan

 

Sebutan “jenis yang lebih lemah” diberikan pada wanita karena kepercayaan bah­wa mereka lebih banyak mengalami gang­guan fisik dan penyakit dibandingkan pria. Kondisi fisik yang lebih lemah dihu-bungkan dengan tubuh yang lebih kecil dan lemah, menstruasi, dan kehamilan.
Aspek Keterangan
  1. 8.      Perbedaan Angka Kematian
Kematian wanita pada .usia muda dikaitkan dengan sebab-sebab alami kelemahan fisik yang membuat mereka tidak mampu menghadapi derita proses melahirkan — tetapi pada pria, kematian pada usia mu­da dikaitkan dengan cara hidup mereka yang lebih berbahaya, bukan dengan se­bab-sebab alami. Wanita mencapai usia lebih tinggi karena kehidupan mereka le­bih mudah dan aman, berkat perlindungan pria. Pria meninggal lebih dini karena mereka bekerja lebih keras dan lebih ba­nyak dihadapkan pada bahaya dibanding­kan wanita.

 

Contoh Kasus Perlu Dipecahkan:

 

Perlakuan orang dewasa (orang tua) terhadap anak sangat mempengaruhi pemahaman peran seks pada anak laki-laki dan perempuan. Pemahaman peran seks dalam keluarga yang memberikan pemahaman setara pada laki-laki dan perempuan adalah memperlakukan perempuan dan laki-laki sama, dalam artian bahwa laki-laki juga dibiasakan melakukan peran perempuan, juga sebaliknya. Namun demikian, pemberian perlakuan seperti itu, dapat mengubah sikap laki-laki menjadi sikap perempuan seperti misalnya seroang laki-laki menunjukkan perilaku keperempuan (bencong) atau perempuan menjadi laki-laki (waria).

Bagaimanakah cara terbaik yang harus dilakukan agar menyeimbangkan pendidikan yang responsif gender, tetapi tidak menyimpang secara psikologis?

 

Beberapa Pengaruh Antagonismeseks Terhadap Peran Seks

  • Pada anak laki-laki sering berkembang perasaan superioritas yang kurang berdasar.
  • Pada anak perempuan mungkin ber­kembang rasa inferioritas atau perasa­an menjadi korban, yang mempenga-ruhi penyesuaian pribadi dan sosial sepanjang hidup sebagaimana pera­saan superioritas mempengaruhi pe­nyesuaian anak laki-laki.
  • Pada anak perempuan sering berkem­bang perasaan benci karena dilahirkan sebagai wanita dan sikap menentang terhadap peran seks yang disetujui secara budaya.
  • Walaupun anak perempuan senang bermain dengan anak laki-laki dan sebaliknya, hal ini sulit atau tidak mung­kin dilakukan karena ejekan dan penolakan sosial yang timbul.
  • Anak laki-laki dan perempuan sulit menjadi kawan pada masa kanak-kanak.
  • Karena anak laki-laki dan perempuan jarang mengembangkan minat yang sama, kesulitan penyesuaian heteroseksual di masa remaja bertambah besar,
  • Anak laki-laki tidak didorong untuk mengembangkan kecakapan sosial yang “kewanitaan” dan karenanya merasa canggung dalam hubungan sosial de­ngan anak perempuan saat mereka telah bertambah besar.
  • Pada anak laki-laki dan perempuan ber­kembang rasa cemas mengenai kesesuaian jenis.

Beberapa Penyebab Perubahan Dalam Stereotip Peran Seks 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. 1.      Perubahan Dalam Gaya Hidup

Bilamana suatu budaya berubah dari budaya pedesaan menjadi budaya kota, tenaga fisik kurang berarti dibandingkan kecakapan. Perbedaan antara kecakapan pria dan wanita jauh lebih kecil dari perbedaan antara tenaga fisik pria dan wani­ta. 

  1. 2.      Gerakan Tes Inteligensi

Dimulai dengan pekerjaan Binet pada pergantian abad ini, tes inteligensi telah sangat meluas bagi semua tingkat usia sehingga tidak terdapat keraguan sedikit pun sekarang bahwa keyakinan akan superioritas kecerdasan pria telah diganti dengan bukti kesamaan kecerdasan. 

  1. 3.      Kontroversi Keturunan Lawan Lingkungan

Walaupun kontroversi ini sama sekali belum mereda, banyak bukti menunjukkan pengaruh lingkungan jauh lebih besar dari yang semula dikira. Dari telaah lintas bu­daya terhadap pengaruh lingkungan yang berbeda-beda, diperoleh bukti bahwa perbedaan antara jenis kelamin lebih disebabkan pendidikan daripada keturunan. 

  1. 4.      Pendidikan Yang Sama

Sejak pendidikan yang sama telah menggantikan “pendidikan anak laki-laki” dan “pendidikan anak perempuan” sejak taman kanak-kanak sampai universitas, tampak bahwa bilamana anak perempuan diberikan kesempatan pendidikan yang sama, mereka dapat mencapai hasil akademik yang sama dengan anak lelaki. 

  1. 5.      Mobilitas

Bila mobilitas geografis untuk mencapai kemajuan dalam pekerjaan mengakibat-kan suatu keluarga harus berpisah dari sanak saudara, para ibu tidak lagi dapat bergantung pada sanak saudara wanita untuk bantuan dalam keadaan darurat, Keadaan ini memaksa banyak pria melakukan tugas-tugas yang sebelumnya dianggap “tugas wanita.” Ini telah membantu terhapusnya stereotip pekerjaan yang berkaitan dengan jenis kelamin.

Contoh Kasus:

Ridwan, seorang Sarjana Ekonomi lulusan universitas negeri terkenal di Indonesia. Pada umur 28 tahun, Ridwan menikah dengan Devi, wanita kaya yang sudah mapan. Berbandng terbalik dengan Ridwan, yang sampai menikah belum mendapatkan pekerjaan.

Dua tahun menikah, keduanya dikaruniai 1 orang anak. Karena Ridwan belum mendapatkan pekerjaan yang mapan, ia bertindak sebagai ibu rumah tangga. Di samping mendidik dan mengurus anak-anaknya. Karena keduanya bersepakat untuk tidak memperkerjakan pramuwisma, Ridwan juga mengerjakan tugas menanak nasi, mencuci piring, pakaian, dan lainnya.

Dimata teman-teman sejawatnya, Ridwan dianggap sebagai suami yang tidak berwibawa, karena dianggap sebagai pecundang. Ia dianggap sebagai suami yang kalah terhadap istri.

Pada kasus di atas, bagaimana tanggapan Anda terhadap peran yang dimainkan Ridwan dan anggapan teman-teman Ridwan yang menganggap Ridwan sebagai pecundang?

  1. 6.      Kecenderungan Berkeluarga Kecil

Kecenderungan akan perkawinan yang le­bih dini, keluarga yang lebih kecil dan kehidupan yang lebih panjang anggota kedua jenis kelamin telah mendorong wani­ta untuk beralih dari peran tradisional sebagai isteri dan ibu ke peran dalam dunia kerja pada saat anak-anak tidak lagi membutuhkan pengasuhan. 

  1. 7.      Pentingnya Lambang Status

Untuk mencapai mobilitas sosial yang meningkat — suatu aspirasi yang tersebar luas dalam budaya kini — uang untuk lambang status dan pendidikan yang lebih tinggi untuk anak menjadi masalah yang tidak selalu dapat diatasi sendiri oleh kaum pria pencari nafkah. Masuknya wa­nita ke dalam pasaran tenaga kerja telah membantu mengatasi masalah tersebut. 

 

  1. 8.      Pendidikan Yang Lebih Tinggi Bagi Wanita

Dengan terbukanya kesempatan untuk pendidikan yang lebih tinggi bagi wanita di segala bidang, bahkan juga di bidang yang sebelumnya tertutup bagi mereka, wanita tidak lagi ingin menghabiskan waktu mereka dengan pekerjaan yang sesuai dengan peran tradisionalnya. Sebaliknya mereka memasuki dunia kerja dan mencapai keberhasilan, yang pada masa lampau tidak mungkin karena rin-tangan-rintangan yang ada.

Contoh Kasus:

Yulia, gadis yang mandiri dan energik. Karena terlalu fokus pada pengembangan karir, baru pada usia 32 tahun ia menikah. Suaminya, Arif bekerja sebagai konsultan kesehatan. Karena terjadi rasionalisasi perusahaan, Arif menganggur. Untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, Yulia yang telah memutuskan untuk berhenti bekerja sejak menikah, menarik kembali dan menetapkan untuk meneruskan karirnya.

Selama 5 tahun mereka menikah, hubungan mereka sangat harmonis. Mereka dikaruniai dua orang anak yang cerdas dan baik. Hubungan mereka berubah, sejak Yulia bekerja. Karena kesibukannya bekerja, tugas-tugas istri banyak yang terbengkalai. Yulia bahkan menjadikan Arif sebagai perempuan. Semua tugas rumahtangga diserahkan kepada Arif. Mulai dari menyiapkan sarapan pagi sampai dengan mengurus tagihan listrik. Yulia menganggap bahwa Arif sudah sepantasnya menggantikan peran ibu rumahtangga, karena Arif tidak dapat memberikan nafkah ekonomi kepada keluarga.

Arif tidak menerima perlakuan Yulia. Perbedaan paham yang semakin lama semakin membesar antara Yulia dan Arif mengenai peran suami dan istri mendorong mereka untuk melakukan perceraian.

Tugas Anda !

Apakah hubungan suami istri yang dilakukan Yulia dan Arif sudah termasuk respon terhadap persamaan peran?

 

Apakah tindakan Yulia dalam memperlakukan Arif sebagai suami dianggap sebagai ketimpangan gender?

 

Menurut Anda, seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh Yulia dan Arif dari peran-peran yang mencerminkan kesetaraan gender?

 

 

  1. 9.      Kesempatan Kerja Yang Sama

Perubahan dalam hukum dan tekanan dari pemerintah untuk membuka kesempatan kerja bagi wanita telah memungkinkan wanita memegang peranan datam dunia usaha, terutama pada tingkat atas dalam dunia bisnis, industri, dan profesi.

 

10.  Statistik Kesehatan Dan Kematian

Statistik kesehatan dan kematian telah mengungkapkan bahwa wanita yang me-lampaui usia 50 tahun atau iebih tidak le­bih banyak menderita penyakit dari pria pada usia yang sama, dan bahwa wa­nita sebagai suatu kelompok hidup lebih lama dari pria. Statistik ini telah mem­bantu menghapuskan stereotip wanita se­bagai “jenis yang lebih lemah.”

 

11.  Prestasi Wanita

Apabila diberikan pendidikan yang sama, dan kesempatan yang sama untuk menggunakan pendidikannya, serta diberikan dorongan, wanita dari semua usia sejak taman kanak-kanak hingga pensiun menca­pai keberhasilan yang sama besar seperti pria dengan pendidikan dan kesempatan yang sebanding. Dalam kegiatan akademis maupun ekstrakurikuler di sekolah dan universitas, wanita menyamai atau mele-bihi pria. Rintangan di bidang bisnis, in­dustri, dan profesi telah membatasi pres-tasi wanita di dunia orang dewasa, tetapi bila rintangan tersebut dihilangkan, prestasi wanita ternyata setaraf dengan prestasi pria.

POLA BELAJAR STRERETIP PERAN SEKS

  1. Anak perlu belajar bahwa perempuan dan wanita berbeda dalam penampilan, memakai pakaian yang berbeda dan mempunyai gaya rambut yang berbeda. Perbedaan ini telah jelas pada anak yang lebih besar, remaja dan dewasa. Perbedaan itu tidak menunjukkan apa-apa, kecuali menunjukkan bahwa mereka secara biologis berbeda.
  2. Anak perlu belajar mereka menemukan anak perempuan dan wanita melakukan hal yang berbeda-beda.
  3. Anak perlu belajar bawha wanita dan pria mempunyai kemampuan yang berbeda dan menunjukkan kemampuan ini dengan prestasi berbeda-beda.
  4. Anak belajar bahwa beberapa pola penampilan, berbicara dan perilaku tertentu sebagai sesuatu yang didasarkan atas perbedaan teaksi anggota kelompok sosial terhadap hal-hal yang dianggap sesuai dan yang tidak sesuai dengan jenis kelamin.
  5. Anak perlu belajar berbagai tingkat prestise dikaitkan dengan berbagai karakteristik dan perilaku. Bahwa ada orang yang dibayar untuk bekerja di dalam rumah dan ada orang yang dibayar untuk bekerja di luar rumah.

 

  1. 2.    Gender dalam Lembaga Pendidikan
    1. Penyusunan bahan ajar yang tidak memperhatikan kesetaraan peran kaum laki-laki dan perempuan.
    2. Pengelolaan pembelajaran yang tidak memperhatikan kontribusi yang sama diantara laki-laki dan perempuan. Guru seringkali menempatkan posisi laki-laki dan perempuan terspesialisasi berdasarkan anggapan pada potensi yang terdapat pada laki-laki atau perempuan, atau tidak mendorong siswa perempuan untuk aktif pada peran yang umum misalnya Ketua Kelas dan lain sebagainya.
    3. Perempuan memilih pendidikan yang dianggap cocok dengan karakter perempuan, padahal pendidikan terletak pada kemampuan intelegensia, bukan pada karakter.

 

  1. 3.    Gender dalam Lembaga Sosial
    1. a.      Lembaga Ekonomi

Pabrik

Pembagian kerja laki-laki dan perempuan di bidang pekerjaan didasarkan pada anggapan antara laki-laki yang kuat, cepat mengambil keputusan, dan objektif dengan perempuan yang dianggap lemah, lambar mengambil keputusan dan subjektif.

Anggapan ini membawa perempuan pada pekerjaan-pekerjaan di tingkat paling bawah, bukan karena tidak memiliki kompetensi, tetapi terpinggirkan oleh adanya anggapan laki-laki yang lebih kuat, sedangkan perempuan tidak.

Perkantoran

Kaum perempuan dianggap lemah dan subjektif dalam mengambil keputusan membuat perempuan tidak mencapai tingkat manajemen.

 

Jarang ada kaum laki-laki yang menjadi sekretaris. Pekerjaan sebagai sekretaris dianggap pekerjaan perempuan.

 

  1. b.      Lembaga Politik dan Pemerintahan

Akses perempuan untuk memasuki dunia politik karena struktur sosial (domestifikasi) yang membelanggu kaum perempuan sehingga peran perempuan dalam dunia politik berkurang.

Perempuan dianggap lebih jujur dibandingkan perempuan, sehingga kurang pandai dalam memainkan strategi politik.

  1. III.   PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI DALAM KARYA
    1. 1.    Wacana Perempuan dan Laki-Laki dalam Karya Fiksi
      1. a.      Pandangan Pramoedya Ananta Toer tentang kaum perempuan dan laki-laki (analisis teks dan nilai)
  • Sifat dan karakter perempuan dan laki-laki yang dikemukakan pengarang.
  • Pandangan positif dan negatif perempuan dan laki-laki.
  1. b.      Pandangan Romo Mangunwijaya tentang perempuan dan laki-laki (analisis teks dan nilai)
  • Sifat dan karakter perempuan dan laki-laki yang dikemukakan pengarang.
  • Pandangan positif dan negatif perempuan dan laki-laki.
  1. c.       Pandangan Ayu Utami tentang laki-laki dan perempuan (analisis teks dan nilai)
  • Sifat dan karakter perempuan dan laki-laki yang dikemukakan pengarang.
  • Pandangan positif dan negatif perempuan dan laki-laki.

dan lain sebagainya

  1. 2.    Wacana Perempuan dan Laki-Laki dalam Karya Ilmiah
    1. a.      Peran politik kaum perempuan
  • Dominasi penulis laki-laki dalam karya ilmiah menyebabkan perempuan menjadi korban subjektif kaum laki-laki.
  • Tingkat partisipasi politik kaum perempuan tinggi dalam kegiatan politik, tetapi akses untuk ikut menjadi pengambil keputusan dalam politik dipandang sebelah mata bukan karena ketidakmampuan perempuan, tetapi adanya dominasi laki-laki terhadap perempuan.
  • Kaum perempuan yang menganggap bahwa kaumnya tidak cocok dalam kegiatan politik, bukan didasarkan pada kenyataan bahwa kaum perempuan tidak memiliki kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki dalam kegiatan politik.
  • Terbukanya peluang kaum perempuan dalam kegiatan politik dan berkurangnya anggapan bahwa perempuan tidak dapat memainkan peran di bidang politik.

 

Model: Pembahasan kasus biografi: M. Allbright, Catherine de Medicine, Cut Nyak Dien, Aung San Syuki, dan lain sebagainya.

  1. b.      Peran ekonomi kaum perempuan
  • Emansipasi membuktikan perempuan dan laki-laki bisa menjalankan tugas yang sama pada tempat yang sama.
  • Perempuan dan laki-laki sama-sama memiliki kemampuan mendapatkan kesempatan bekerja dan menghasilkan pendapatan.

 

Model: Pembahasan kasus biografi.

DISKUSI PEMBAHASAN KASUS

 

CONTOH KASUS 1

Dalam kenyataan, kita dapat menyaksikan bahwa laki-laki (ayah) seringkali diminta diperhatikan lebih oleh ibu (wanita) karena ayah (laki-laki) merasa bahwa kehidupan rumah tangga tidak akan berjalan tanpa peran uang yang diperoleh ayah. Sementara tugas ibu dalam membersihkan rumah (mencuci piring dan pakaian, memandikan anak, menanak nasi dan lain sebagainya) dianggap rendah tidak dihargai, singkatnya tidak dianggap sebagai sebuah pekerjaan. Bahkan terkadang ditemui, bahwa laki-laki (ayah) seringkali merasa ibu adalah istri sekaligus sebagai “buruh” yang dibayar.

Solusi dan Kesimpulan

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

CONTOH KASUS 2

Alisa dan Ahmad adala sepasang suami istri yang membangun rumah tangga selama 4 tahun. Pada tahun 2008, ada PJTKI yang menawarkan Alisa sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Ahmad sebagai suaminya mengijinkan istrinya untuk pergi menjadi TKW. Belakangan terjadi perubahan. Kepergian istri sebagia TKW membawa dampak negatif dan dampak positif. Sebelum menjadi TKW, sebagaimana masyarakat pada umumnya, pola relasi gender lokal dengan semangat patriarki sangat dominan. Secara psikologis timbul tipologi pembagian kerja yang sekist. Fokus pekerjaan suami pada sektor publik, sementara istri pada sektor dominan karena suami meyakini nilai-nilai pemingitan. Suami berperan sebagai pencari nafkah utama, sementera istri mengurus anak dan rumah tangga.

Paska kepergiaan sebagai TKW, TKW membawa nilai-nilai baru ditambah posisi ekonomi istri yang meningkat. Secara tidak langsung dan langsung kondisi ini menaikkan posisi tawar Alisa sebagai istri di tengah keluarganya. Hal ini memberikan ruang yang cukup bagi pergeresan pola relasi gender. Pembagian kerja yang semula sangat sexis mulai kabar, artinya pekerjaan tidak selalu dikaitkan dengan jenis kelamin. Pekerjaan suami mulai terlibat dalam sektor domestik, sementara istri mulai terbuka pada sektor publik karena suami mulai mengendurkan nilai-nilai pemingitan. Suami sebagai pencari nafkah mulai melibatkan pihak istri, sementara istri yang mengurus anak dan rumah tangga mulai dibantu suami sehingga menjadi tanggungjawab bersama. Istri mulai independen dalam pengambilan keputusan sehingga posisinya yang awalnya subordinat makin kabur dan mengarah kepada posisi istri sebagai mitra.

Namun demikian, kondisi keluarga potensial mengalami konflik, relatif kurang harmonis, karena nilai-nilai baru dalam hubungan suami istri telah berubah.

Apa yang berubah?

Bagaimana seharusnya, idealnya?

Solusi dan Kesimpulan

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

CONTOH KASUS 3

Irawan adalah Manager hotel terkenal di Jakarta. Ia membutuhkan seorang sekretaris baru, karena sekretaris lama berhenti bekerja. Perusahaannya sedang melakukan program penghematan biaya, sehingga tidak diperkenankan untuk merekrut pegawai baru. Dua kandidat katakanlah A sebagai perempuan dan B sebagai laki-laki. Andaikan anda adalah seorang Irawan, siapa yang akan anda pilih, laki-laki atau perempuan, diantara karyawan lama yang akan menduduki sebagai sekretaris. Jelaskan mengapa anda memilih laki-laki atau perempuan.

Solusi dan Kesimpulan

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

CONTOH KASUS 4

Ahmad dan Dita memiliki lima (5) orang anak, 3 laki-laki dan 2 perempuan. Anak pertama dan kedua, laki-laki; anak ketiga perempuan, anak keempat laki-laki dan anak keenam perempuan. Anak pertama, Dani, sudah lulus Sarjana Kedokteran di Universitas Indonesia, sedangkan anak kedua, Ridwan dan Dina, keduanya masih berada di kelas 3 SMA. Ridwan seharusnya sudah masuk perguruan tinggi, karena tinggal kelas 1 tahun, Ridwan berada pada jenjang yang sama dengan Dina, adiknya. Pada saat lulus kuliah, kedua orang tuanya berjanji akan membiayi sekolah di Perguruan Tinggi Negeri untuk anak yang lulus SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru). Pada pengumuman tes SPMB, Ridwan dinyatakan tidak lulus, sementara Dina masuk ke Universitas Gajah Mada. Kedua orang tuanya, memutuskan untuk memasukkan Ridwan di Bina Nusantara. Sementara Dina ditunda dulu satu tahun setelah Ridwan. Alasan kedua orang tuanya bahwa Ridwan harus diberi kesempatan terlebih dahulu karena Ridwan, anak laki-laki. Ibunya tidak setuju terhadap keputusan ayahnya yang memaksa Dina tidak masuk Universitas Gajah Mada yang mungkin tidak bisa diambilnya tahun depan. Memang benar pada tahun depannya, Dina tidak masuk UGM, karena tidak lulus SPMB. Ia terpaksa tidak juga melanjutkan kuliah karena adik-adiknya juga masuk kuliah. Cita-cita Dina untuk jadi ahli kimia gagal sudah.

Menurut Anda, bagaimana anda menilai tindakan keluarga ini, dan bagaimana pandangan Anda terhadap masalah ini.

Solusi dan Kesimpulan

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

CONTOH KASUS 5

Dalam pandangan salah satu agama bahwa istri harus mengikuti petunjuk Suami. Rina katakanlah bersuamikan Abdul Majid. Rina ingin menjadi ibu yang produktif, ia ingin bekerja di perusahaan, karena kebetulan ia memiliki kompetensi di bidang akuntansi. Sementara itu Majid tidak mengijinkan Rina bekerja. Diskusi telah dilakukan diantara mereka berdua, tetapi Majid bersikukuh dengan alas an bahwa istri harus menuruti kehendak suami.

Bagaimana Anda menanggapi keadaan tersebut?

Solusi dan Kesimpulan

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

CONTOH KASUS 6

Sita adalah guru di sekolah dasar, ia sebagai wali kelas di kelas 5. Ia sangat berkomitmen terhadap persamaan antara peran laki-laki dan perempuan dalam pembelajaran. Jumlah murid kelas 5 berjumlah 40, 15 perempuan dan 25 laki-laki. Berdasarkan pengamatannya, siswa perempuan dinilai kurang aktif dibandingkan siswa laki-laki. Ketidakaktifan ini mempengaruhi hasil belajar. Dari laporan pendidikan, diantara peringkat sepuluh besar, hanya 1 perempuan yang masuk sepuluh besar, itupun peringkat ke-8. Sisanya tidak memiliki prestasi yang dibanggakan.

Ia ingin siswa perempuan memiliki kemampuan intelektual dan peran aktif yang sama dengan siswa laki-laki. Ia konsen terhadap permasalahan ini. Ia kemudian mendiskusikan masalah ini dengan teman sejawatnya. Berbagai masukan diantaranya adalah mendekati anak perempaun, mencari permasalahan yang ada dan melakukan tindakan.

Solusi dan Kesimpulan

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………………………………………………………………….