Hadis-hadis:


 

HADIS-HADIS PENTING

 

 

 

  1. Dari Anas bin Malik, Rasulullah saw. bersabda:

            „Sesungguhnya Allah gembira menerima tobat hamba-Nya, melebihi 

            kegembiraan seseorang di anatara kalian ketika menemukan kembali untanya

            yang hilang di padang yang luas“. (Muttafaqalaih).

  1. „(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, (seraya berkata), „Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab siksa neraka.“ (QS. Al Imran: 191).

 

  1. „Katakanlah, Wahai Tuhan Yang pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapapun yang Engakau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapupun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.“ (QS. Ali Imran: 26).

 

  1. „Katakanlah (Muhammad), Serulah Allah atau serulah Ar Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmaaul Husna) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakanlah jalan tengah di antara kedua itu.“ (QS. Al Israa:110).

 

  1. „Allah Pelindung orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman), dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.“ (QS. Al Baqarah: 257).

 

  1. ”Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.“ (QS. Al Baqarah: 26).

 

PUISI-PUISI ISLAMI

 

Al Ghaffar

 

Di hadapan-Mu, di hening yang pekat

sajak-sajak mati, kata-kata meringkuk

dan terkubur

Aksara-aksara yang coba saling berangkai

akhirnya

menyusun gumam-gumam tak termakna

atau mungkin hanya

isak-isak dari sumur jiwa yang mengering

tangisi jejak-jejak sujud yang  yang memudar

dari keningku.

Wahai, sesal wahai, malu

hendak disurukkan ke mana

Ini muka kusam dari tatapan

bulan yang mendakwa?

 

Di lautan sujud manusia

aku terasing sendiri

 

Di antara doa-doa aku tergagu

Coba menjemba lagi

belas ampunan-Mu

 

 

 

Al Khaliq

 

Berkali-kali

kami coba mengeja aksara_Mu

yang tersurat di kulkit bumi

dan teduhnya bintang-bintang

 

Dan tersungkur jasad kami

Membaca jejak mahacipta-Mu

 

Allah,

Kau yang mencipta

segala yang ada

dari tiada

Yang mencipta

 

Yang mencipta diri kami dan segenap alam raya

Dengan segala sempurna

 

Al Malik

 

Semesta ada

di genggaman-Nya,

Allah Yang Mahadiraja,

Sang Penguasa segenap alam raya

 

Ia Raja

yang tak butuhkan kami,

makhluk-Nya

Yang tak butuh disembah kami,

para hamba-Nya

 

Tapi, sang makhluk inilah

yang butuh akan diri-Nya

Sang hamba inilah

Yang butuh untuk menyembah-Nya

Tuhan satu-satunya.

 

 

 

Ar  Rahman

 

Ia yang Rahman,

Segenap mahakasih-Nya

melimpah ruah untuk kita

tak berbatas tak terkira

 

Dari udara, air, bumi, angkasa

dan segala yang memungkinkan

Hidup kita

semua berasal dari

Rahman-Nya jua

Tak perlu

menggantinya

Tak perlu

membayarnya

 

Karena semua adalah

untuk kita

Semua adalah bukti

Mahakasih-Nya

 

 

 

 

 

 

 

 

Al Waliyyu

 

Ketika puisi mengkhianati kata-kata

Bagaimana lagi penyair mengeja

makna?

 

Ketika api kehilangan cinta

Maka apa lagi yang tersisa?

 

Engkaulah saja

 

Maka maklumkanlah diri ini

Yang datang kembali, lagi dan lagi

Terbata, tergagu

Tersungkur jatuh di depan pintu-MU

 

 

 

 

 

Al ’Alim

 

Umpama ilmu Allah

adalah samudra

 

Lalu, kita menciduk segenggam airnya

hingga terus mengalir

di antara jemari

dan titik terakhirnya,

itulah perumpama

Ilmu manusia

 

Beribu tahun berlalu

Namun, masih belum sanggup jua

kita khatamkan

walau hanya setitik itu

 

Both comments and trackbacks are currently closed.
%d blogger menyukai ini: