Konotasi dan Denotasi


1. Konotasi adalah tautan pikiran yang menimbulkan nilai rasa pada seseorang ketika berhadapan dengan sebuah kata. Nilai rasa ini sangat ditentukan oleh pengalaman, kebiasaan serta pandangan hidup yang dianut masyarakat pemakai bahasa itu. Misalya kata “amplop” bermakna sebuah amplop tempat surat. Namun, dalam masyarakat amplop mengandung konotasi negatif atau tidak baik, karena kata amplop itu memiliki makna “komisi” atau “uang sogok”. Perhatikan contoh kalimat di bawah ini:

– Untuk mempercepat pengurusan dokumen impor, ia memberikan amplop kepada staf yang mengurusnya, agar cepat selesai.

-Sudahlah Pak, kita damai saja. Permasalahan ini tidak usah diteruskan ke kepolisian.

-Para kepala pemerintahan negara-negara APEC berkumpul di Bogor untuk membicarakan masalah-masalah ekonomi.

2. Denotasi adalah makna kata atau kelompok kata yang didasarkan atas penunjukan yang lugas pada sesuatu di luar bahasa atau didasarkan atas konvensi tertentu dan bersifat obyektif.

Berikut ini contoh uraian dari kata yang mengandung makna denotasi. Yaitu mati, wafat, gugur, mampus, meninggal, arti lugasnya ” Orang yang sudah tidak bernyawa lagi alias meninggal”. Jadi arti lugas yang dikandung oleh sebuah kata itulah yang dinamakan denotasi. Denotasi di samping memiliki makna lugas, dapat juga mengandung arti tambahan atau kiasan.

Contoh:

– Para pahlawa yang mampus di medan pertempuran dikuburkan di Taman Makan Pahlawa.

Kata mampus dalam kalimat di atas seharusnya diganti dengan kata gugur.

Kata dikuburkan diganti dengan dimakamkan.

– Para pahlawan yang gugur di medan pertempuran dimakamkan di Taman Makan Pahlawan.

3. Polisemi adalah bentuk bahas (kata, frase, dll) yang mempunyai makna lebih dari satu. Misalnya, pada kata tangan, mempunyai komponen konsep makna: anggota tubuh manusia, atau binatang, alat gerak, pada manusia ada dua buah, memiliki jari, dsb.

Selain makna tersebut, makna kata tangan dapat digunakan pada kalimat berikut ini:

Tangan dan kakinya mengalami luka-luka.

-Pak Rahardi merupakan tangan kanan Pak Yusuf, pemilik perusahaan ini.

-Pemburu-pemburu itu pulang ke kemahnya  masing-masing dengan tangan hampa.

-Pencopet itu tertangkap tangan ketika sedang mencuri dopet.

Para gerilyawan republik berhasil menghabisi kaki tangan penjajah Belanda.

Both comments and trackbacks are currently closed.
%d blogger menyukai ini: