Panorama P. Lombok


(Disarikan dari koran republika,Kamis, 21/04/2011

Satu Hari Tak Terlupakan di Pulau Lombok

Oleh: Otong

Nusa Tenggara Barat

Berencana berlibur ke Pulau Lombok dan bingung tentang bagaimana menghabiskan waktu di Pulau Surgawi tersebut dengan efektif dan efisien? Ada banyak tempat tujuan dan cara untuk dikunjungi dan dilakukan disana. Untuk itu, berikut adalah salah satu paket menghabiskan satu hari penuh kenangan di sisi selatan Pulau Lombok dengan lebih efektif dan efisien.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa jumlah pantai yang ada di selatan Lombok banyak jumlahnya, mungkin jika kita melihat peta Pulau Lombok, kita akan dibuat bingung memilih pantai mana yang akan kita kunjungi hari itu. Cukupkah satu hari untuk mengunjungi semuanya? cukup jika kita hanya memiliki program sampai di tempat foto sekali – dua kali dan pergi ke lokasi selanjutnya TANPA bisa benar-benar menikmati pantai yang tidak akan bisa kita temui di kota-kota besar .

Untuk itu, berikut 4 pantai yang sangat direkomendasikan dan dapat sangat mewakili sisi selatan Pulau Lombok untuk dikunjungi (dan nikmati), mereka adalah : 1. Pantai Selong Belanak 2. Pantai Mawun 3. Pantai Kuta 4. Pantai Tanjung Aan. Untuk kesana kita harus take-off dari Mataram / Senggigi paling lambat kita harus sudah berangkat pukul 9 pagi (dan kita harus sudah sarapan tentunya).

Untuk menghabiskan satu hari yang menyenangkan maka kita akan jauh lebih baik jika menyewa kendaraan roda empat (karena naik kendaraan umum untuk mengunjungi tempat-tempat di Lombok sangat tidak disarankan karena ketidakefisienan waktu yang akan ditimbulkan) dan jangan lupa bawalah peta jika tidak menggunakan jasa supir, dan bisa kemudian menyewa kendaraan roda dua di Kuta Lombok jika anda menginginkan untuk menginap di Kuta dan menginginkan untuk menyusuri pantai-pantai sekitarnya dengan bersepeda motor-ria.

Dari Mataram / Senggigi, kita harus melewati Kota Praya Lombok Tengah untuk menuju lokasi, namun kita tidak benar-benar melewati kota Praya karena tepat pada perempatan (dengan lampu merah) sebelum memasuki Kota Praya kita akan berbelok ke arah kanan (selatan). Sesudahnya kita akan dihadapkan pada 2 pilihan jalan, yaitu : via Penujak (menuju Pantai Selong Belanak), atau via Kuta. Jalanan menuju Kuta akan lebih bagus kondisinya dibandingkan dengan Jalanan Penujak (sedang ada perbaikan jalan namun belum seluruhnya). Namun jika ragu, demi kemudahan ada baiknya kita memilih jalur via Kuta, yang nantinya setibanya di Kuta kita akan berbelok ke kanan untuk bisa menikmati pantai-pantai sesuai dengan urutan yang saya sarankan diatas (1 sampai 4). Menuju Pantai Selong Belanak. (jangan ragu untuk rajin berhenti dan bertanya ke penduduk setempat mengenai arah tujuan yang dimaksud). Apa yang akan kita temukan disana? sebaiknya buktikan sendiri dan persiapkan kamera dengan baterai yang sudah dipastikan full, karena baik tempat yang dituju dan perjalanan menujunya adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan.
Pantai Selong Belanak

Setibanya kita di pantai ini, kita akan disuguhkan pemkitangan sangat indah dan banyak yang bilang “phuket-like”. Dengan pasir putih halus yang sangat luas nan terbentang sehingga kita bisa menikmatinya sambil berjalan kaki sampai ujung dan warna air yang biru kehijauan yang selalu menggoda kita untuk berenang dengan ombak yang bersahabat sekaligus menantang. Kita bisa belajar berselancar di pantai ini dengan menyewa papan selancar di warung-warung pinggir pantai, tanpa perlu kekhawatiran kaki kita akan terluka oleh karang, karena di pantai ini dasarnya adalah pasir yang sangat lembut, terasa ga mungkin ya? tapi buktikanlah sendiri. Pantai ini adalah jenis minoritas di Pulau lombok yang pantai-pantainya didominasi oleh pantai berkarang. Namun hal terpenting dari itu semua adalah, pantai Selong Belanak adalah pantai yang belum terjamah dan masih sangat sepi, para pengunjungnya mungkin tidak lebih dari hitungan dua tangan, dengan desa-desa nelayan yang masih sangat sederhana dan tradisional menyempurnakan keinginan kita untuk “get lost” dari kehidupan kota nan bising.
Pantai Mawun
Sepuasnya kita berenang di Pantai Selong belanak, kita jangan dulu ganti baju atau berbilas, dalam keadaan yang belum kering, kita menuju persingggahan berikutnya, Pantai Mawun. Perjalanan menuju Pantai Mawun akan menempuh jalanan yang sangat tidak bisa dikategorikan sebagai jalan yang bagus. Menembus rumah-rumah penduduk setempat yang masih sangat sederhana, namun itulah yang akan memberi kita kesan mendalam sampai kita kembali ke rumah kita kelak. Pantai Mawun adalah tempat kita berenang kemudian, jadi menempuh perjalanan dalam keadaan belum kering dan sangat disarankan untuk tidak menghidupkan ac dan membuka jendela mobil, dan bagi para pria untuk bertelanjang dada, dan rasakan keliaran wisata kalian saat ini. Pantai Mawun memiliki keindahan visual yang tiada duanya, tipuan visual bahwa pantai ini adalah sebuah teluk dengan apitan 2 bukit yang membentuk sebuah celah kecil membentuk lautan (padahal dalam kenyataannya tidak) menambah kesan mendalam jika kita berenang / mandi di airnya yang jernih dan biru. Namun tantangan tersendiri ditawarkan di pantai ini, yaitu kecuraman yang cukup signifikan sehingga cukup membuat berdebar bagi siapa saja yang menikmatinya. Namun karena kecuraman landscape pantai ini, sangat disarankan untuk memiliki skill berenang bagi yang berminat untuk berkecipak-kecipuk di Pantai Mawun.

Kuta Lombok
Selepas dari pantai Mawun adalah pertanda selesai sebuah sesi berenang, kita bisa bilas di fasilitas pantai ini (yang masih seadanya) atau menundanya menuju Kuta. Namun sepertinya lebih asik untuk menundanya sampai tiba di Pantai Kuta, karena sensasi berperjalanan dalam keadaan badan penuh endapan garam air laut tidak akan sering kita dapatkan dalam hidup dan jangan lupa selama perjalanan antar pantai, sering-seringlah berhenti di tempat yang kita layak memiliki kesan tersendiri untuk diabadikan dalam gambar. Mengenai Pantai Kuta itu sendiri, sebenarnya tidak banyak yang bisa dilakukan di pantai ini karena Pantai Kuta Lombok sangat berbeda dengan pantai Kuta Bali. Pantainya sendiri sangatlah tenang dan tidak berombak karena ombaknya pecah nun jauh di tengah sana dan yang bisa kita lihat dikejauhan hanyalah debur-debur ombak besar yang dikecilkan oleh jarak. Pantainya sendiri biasanya cukup kotor dengan sampah-sampah tumbuh-tumbuhan laut danpasirnya berbulir-bulir besar. Apa yang bisa kita lakukan di pantai ini? kita bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang tersebar di pantai Kuta, makan siang di restoran yang cukup banyak pilihannya, sholat, mandi dan bilas serta ganti baju kering, dan berfoto di salah satu landmark yang cukup terkenal dari pantai ini, yaitu bukit berbatu dengan sebuah pohon kering (namun masih hidup)banyak orang yang tertarik untuk berfoto disini, termasuk memanjat bukitnya, namun hati-hati karena licin. Satu hal yang mengganggu dari Kuta Lombok adalah kehadiran para penjaja barang yang berwujud bocah-bocah yang menggerombol menjual pernak-pernik cinderamata dengan cara yang sangat mengganggu. Tips untuk menghadapinya, adalah bersikap tegas! sekali tidak tertarik jangan sekalipun untuk melirik atau memegang-megang barang dagangannya, karena mereka akan mengikuti kita kemanapun kita pergi. Dan memutuskan untuk membeli 1 atau 2 bukanlah pilihan yang baik, karena hal itu akan semakin membuat kita menjadi gula yang akan didatangi oleh makin banyak semut. Katakanlah Tidak! dan belilah cinderamata kita di tempat lebih nyaman.
Pantai Tanjung A’an


Selepas makan siang, sholat, istirahat, dan berfoto, dengan perkiraan waktu menunjukkan pukul 3-4 sore saatnya menuju tempat terakhir yaitu Pantai Tanjung A’an. Pantai ini adalah pantai yang menawarkan suasana relaksasi yang luar biasa saat matahari terbenam. Sesampainya di pantai ini, belilah kelapa muda dan naiklah keatas bukit, duduklah bersama teman-teman kita diatas rumput bukit tersebut, berfoto-fotolah dan nikmatilah pemkitangan dari atas bukit tersebut. Menjelang matahari terbenam dengan angin sore yang berhembus adalah saat yang tepat untuk menikmatinya bersama kawan-kawan dan sahabat / kekasih kita, soul session, dengan tubuh yang telah lelah berenang dan terpanggang matahari seharian penuh. Resapi penuh pengalaman yang akan kita kenang seumur hidup kita. Dan setelahnya kembalilah ke Mataram dengan hati penuh keceriaan. Hari itu kita telah habiskan dengan penuh kesempurnaan. Selamat kawan!

(Otong / vrt)

Both comments and trackbacks are currently closed.
%d blogger menyukai ini: